Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara konflik peran gender dan kesehatan mental pada siswa SMK di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel berjumlah 78 siswa yang dipilih secara purposive, terdiri atas 26 siswa laki-laki dari jurusan yang dipersepsikan feminin di SMK Negeri 3 Kupang dan 52 siswi perempuan dari jurusan teknis yang dipersepsikan maskulin di SMK Negeri 2 Kupang. Data dikumpulkan melalui angket konflik peran gender dan kesehatan mental, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji asumsi, dan korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik peran gender dominan pada kategori rendah sebanyak 35 siswa (44,9%), sedangkan kesehatan mental dominan pada kategori tinggi sebanyak 36 siswa (46,2%). Uji korelasi menunjukkan hubungan negatif yang signifikan antara konflik peran gender dan kesehatan mental (r = -0,624; p < 0,001; N = 78). Temuan ini menegaskan pentingnya layanan bimbingan dan konseling preventif untuk mengurangi stereotip gender serta memperkuat ketahanan psikososial siswa.
Copyrights © 2026