Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran literasi digital dalam meningkatkan kinerja usaha agribisnis petani milenial di Sulawesi Selatan. Transformasi digital di sektor pertanian membuka peluang bagi petani muda untuk memperoleh informasi produksi, memperluas akses pasar, membangun jejaring bisnis, dan mengelola usaha secara lebih efisien. Namun, manfaat teknologi digital tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan perangkat dan jaringan internet, tetapi juga oleh kemampuan petani dalam mengakses, mengevaluasi, menggunakan, dan mengamankan informasi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan metode survei terhadap 120 petani milenial yang aktif menjalankan usaha agribisnis dan memanfaatkan media digital dalam aktivitas usahanya. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, serta regresi linear sederhana dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital petani milenial berada pada kategori tinggi dengan nilai rata-rata 3,87, sedangkan kinerja usaha agribisnis juga berada pada kategori tinggi dengan nilai rata-rata 3,85. Hasil regresi menunjukkan bahwa literasi digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja usaha agribisnis, dengan koefisien regresi sebesar 0,684, nilai t sebesar 9,512, dan signifikansi 0,000. Nilai R Square sebesar 0,433 menunjukkan bahwa literasi digital menjelaskan 43,30% variasi kinerja usaha agribisnis. Dimensi komunikasi dan pemasaran digital menjadi kontributor paling kuat karena berkaitan langsung dengan perluasan jaringan pembeli, promosi produk, dan respons terhadap perubahan harga pasar. Temuan ini menegaskan bahwa literasi digital merupakan kapasitas strategis bagi petani milenial dalam memperkuat produktivitas, efisiensi, akses pasar, dan daya saing agribisnis di Sulawesi Selatan. Implikasinya, pelatihan digital perlu diarahkan pada kebutuhan praktis usaha tani lokal.
Copyrights © 2026