Stunting merupakan salah satu permasalahan gizi kronis yang masih menjadi prioritas pembangunan kesehatan di Indonesia karena berdampak terhadap kualitas sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi penanganan stunting pada 38 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur selama periode 2021–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Data Envelopment Analysis (DEA) berorientasi input dan asumsi Variable Returns to Scale (VRS). Variabel input yang digunakan meliputi biaya kesehatan, jumlah dokter, dan jumlah posyandu, sedangkan variabel output berupa prevalensi stunting. Data penelitian merupakan data sekunder yang diperoleh dari Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK), Profil Kesehatan Indonesia, Profil Kesehatan Provinsi Jawa Timur, dan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat efisiensi penanganan stunting di Provinsi Jawa Timur masih bervariasi, di mana hanya sebagian kabupaten/kota yang mencapai kondisi efisien, sementara mayoritas daerah masih berada pada kondisi inefisien. Temuan ini mengindikasikan bahwa besarnya sumber daya kesehatan yang dimiliki belum tentu menghasilkan tingkat efisiensi yang tinggi apabila tidak dikelola secara optimal. Oleh karena itu, peningkatan efektivitas pemanfaatan belanja kesehatan, tenaga kesehatan, dan layanan posyandu diperlukan untuk mendukung percepatan penurunan stunting secara lebih efisien dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026