Kopi merupakan komoditi unggulan yang dapat meningkatkan PDB sebesar 3,76 %, menyerap energi kerja baik di hulu maupun dihilir, dan menjadi komoditi yang sudah lama dibudidayakan masyarakat di Polewali Mandar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Metode yang digunakan adalah survei dengan pendekatan analisis deskriptif kuantitatif, dengan saluran pemasaran dan pangsa pasar. Sampel secara purposif. Hasil analisis harga berdasarkan saluran pemasaran biji kopi lokal, petani mendapatkan keuntungan lebih besar ketika menempuh jalur pemasaran ke II, yaitu dengan harga Rp. 4.236, dari saluran ke I petani hanya mendapatkan harga Rp. 2.294 per kilonya. Artinya saluran pemasaran ke II lebih efisien, dari saluran pemasaran I. 2. Menunjukkan dominasi tiga industri utama dalam rasio pembelian. Nilai tersebut menunjukkan bahwa industri satu dengan rata-rata penjualan per tahun adalah 383 kg dengan memegang pangsa pasar sebesar 0,331% dari total penjualan kopi di desa kurrak, industri dua dengan rata-rata penjualan 580 kg per tahun memegang pangsan pasar 0,472% dari total penjualan kopi di desa kurrak, dan industri tiga dengan rata-rata pembelian kopi 120 kg per tahun memegang 0,097% pangsa pasar dari total penjualan kopi di desa Kurrak Kecamatan Tapango Polewali Mandarin.
Copyrights © 2026