Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Saluran Pemasaran Dan Pangsa Pasar Kopi Lokal Kurrak Di Kecamatan Tapango Kab. Polewali Mandar Muh Arman Yamin Pagala; Nurdiyah Nurdiyah; Siti Nuraliah; Zulkifli Basri
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 11, No 1 (2026): Agrovital Volume 11, Nomor 1, Mei 2026
Publisher : LPPM Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v11i1.6982

Abstract

Kopi merupakan komoditi unggulan yang dapat meningkatkan PDB sebesar 3,76 %, menyerap energi kerja baik di hulu maupun dihilir, dan menjadi komoditi yang sudah lama dibudidayakan masyarakat di Polewali Mandar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Metode yang digunakan adalah survei dengan pendekatan analisis deskriptif kuantitatif, dengan saluran pemasaran dan pangsa pasar. Sampel secara purposif. Hasil analisis harga berdasarkan saluran pemasaran biji kopi lokal, petani mendapatkan keuntungan lebih besar ketika menempuh jalur pemasaran ke II, yaitu dengan harga Rp. 4.236, dari saluran ke I petani hanya mendapatkan harga Rp. 2.294 per kilonya. Artinya saluran pemasaran ke II lebih efisien, dari saluran pemasaran I. 2. Menunjukkan dominasi tiga industri utama dalam rasio pembelian. Nilai tersebut menunjukkan bahwa industri satu dengan rata-rata penjualan per tahun adalah 383 kg dengan memegang pangsa pasar sebesar 0,331% dari total penjualan kopi di desa kurrak, industri dua dengan rata-rata penjualan 580 kg per tahun memegang pangsan pasar 0,472% dari total penjualan kopi di desa kurrak, dan industri tiga dengan rata-rata pembelian kopi 120 kg per tahun memegang 0,097% pangsa pasar dari total penjualan kopi di desa Kurrak Kecamatan Tapango Polewali Mandarin.
PEMBUATAN ABON CABAI KERING KELOMPOK TANI RANDANG BALISA DI KELURAHAN TANDE Bulkis Bulkis; Muh. Arman Yamin Pagala; Nurdiyah Nurdiyah; Siti Nuraliyah
JURNAL SIPISSANGNGI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2025): Sipissangngi Volume 5, Nomor 1, Maret 2025
Publisher : Lembaga Penelitan dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jurnal.v5i1.5978

Abstract

Cabai merupakan komodutas unggulan petani di Tande, yang menjadi sumber pendapatan petani. Terdapat permasalahan ditingkat petani seperti kalau produksi cabai lokal tinggi yang di ikuti beberapa daerah lainnya, maka berpengaruh terhadap penurunan harga cabai lokal. Sisa cabai yang tidak terjual, dibiarkan membusuk, dibuang atau dijadikan bibit untuk musin tanam selanjutnya. Pada aspek lain, petani belum mempunyai pengalaman serta keterampilan dalam mengolah cabai menjadi produk seperti abon cabai kering. Atas dasar ini, tim PkM melaksanakan kegiatan pengolahan cabai menjadi produk siap saji, dalam rangka meningkatkan pendapatan petani serta nilai harga cabai lokal tinggi. Program pembuatan abon cabai dilaksanakan pada ibu-ibu kelompok tani di Kelurahan Tande, dengan tujuan ibu-ibu kelompok tani dapat membantu petani pada pengolahan komoditi menjadi produk, menambah pendapatan keluarga serta yang paling penting adalah terdapat peningkatan keterampilan di kalangan ibu-ibu kelompok tani pada aspek pengolahan komoditi menjadi produk. Mitra kelompok tani Randang Balisa merupakan petani sayur-sayuran yang ada di Kelurahan Tande, aktif melakukan pengembangan teknologi di sektor budidaya tanaman seperti tanaman cabai, bawang merah dan tomat.P5
PEMANFAATAN PEKARANGAN UNTUK TANAMAN OBAT KELUARGA DI KELOMPOK PEREMPUAN GMIT EBENHAEZER TARUS, KABUPATEN KUPANG Bulkis Bulkis Bulkis; yos Sudarso; Yusinta N Fina; Junus J Belin; Nurdiyah Nurdiyah
JURNAL SIPISSANGNGI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2024): Sipissangngi Volume 4, Nomor 1, Maret 2024
Publisher : Lembaga Penelitan dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jurnal.v4i1.4941

Abstract

Tanaman obat adalah salah satu tanaman yang dianjurkan untuk dikembangkan di pekarangan. Pemanfaatan pekarangan sebagai sarana budidaya tanaman obat telah dikenal dalam konsep Tanaman Obat Keluarga (TOGA), yaitu tanaman hasil budidaya rumahan yang berkhasiat sebagai obat. Kebiasaan menanam tanaman obat dipekarangan rumah dan pemanfaatanya sudah sejak lama dilakukan oleh para ibu rumah tangga di beberapa daerah di Indonesia. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan dilakukan penyuluhan tentang jenis – jenis tanaman obat yang mudah dibudidaya dipekarang rumah dan langsung praktik cara pengolahan tanaman obat tersebut, selain dua hal tersebut para jemaat perempuan gmit ebenhaezer tarus diberikan penyuluha tentang pengolahan limah rumah tangga jadi pupuk kompos. Selain itu Tim PKM memberikan bantuan bibit tanaman obat dan alat untuk pengolahan limbah rumahtangga menjadi pupuk kompos. Hasil dari kegiatan ini dilihat dari peserta mampu menerima materi dan respon peserta sangat baik dan sudah mengetahui jenis – jenis tanaman obat yang bisa ditanam di halam rumah, mengetahui cara pengolahannya dan mampu mengolah sampah rumah tangga menjadi pupuk kompos.