Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

ANALISIS PENDAPATAN PETANI PADA PRODUKSI MINYAK ATSIRI NILAM DI DESA TAMPAK KURRA KECAMATAN TABULAHAN KABUPATEN MAMASA Roland Destria; Nurhaya Kusmia; Zulkifli Basri; Andi Nurul Amsari
Jurnal Agroterpadu Vol 1, No 2 (2022): : Jurnal Agroterpadu Volume 1, Nomor 2, Desember 2022
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/ja.v1i2.3277

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui  1) nilai pendapatan petani dari hasil budidaya nilam di desa Tampak kurra, 2) Untuk mengetahui kelayakan keusaha tani nilam di desa tampak kurra, dan 3) untuk mengetahui hal apa saja yang perlu di ketahui dan dipertimbangkan oleh petani,dalam upaya meningkatkan pendapatan ataupun meminimalisir kerugian dalam usaha produksi minyak nilam. Penelitian ini dilakukan didesa tampak kurra, kecamatan tabulahan, kabupaten mamasa dan mulai dilaksanakan di bulan desember 2021. Dalam penelitian ini sampel yang digunakan berjumlah 40 0rang yang di peroleh dari 199 orang  populasi. Jenis data yang dipergunakan merupakan data primer dan  data sekunder dengan tekhnik pengumpulan data melalui obvervasi, dokumentasi dan wawancara. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan R/C ratio dan break efent point (BEP).Hasil dari penelitian ini menunjukkan struktur biaya pada usaha tani nilam di desa tampak kurra, dengan rata - rata total biaya produksi(TC) adalah  Rp. 2.473.555, rata – rata total penerimaan(TR) adalah Rp. 3.426.000, dan rata- rata pendapatan adalah Rp. Rp. 952.445. Nilai R/C ratio pada usaha tani nilam di desa tampak kurra adalah 1,3 yang berarti usaha tersebut memperoleh keuntungan dan layak diussahakan, sedangkan nilai BEP nya adalah 1,9 untuk BEP unit dan Rp. 877.015 untuk BEP rupiah.
Pengaruh Karakteristik Sosial Ekonomi Petani Jagung Terhadap Pendapatan Usaha Tani Jagung Desa Tenggelang Kecamatan Luyo Kabupaten Polewali Mandar Andi Marsa; Nurhaya Kusmiah; Zulkifli Basri
Jurnal Agroterpadu Vol 2, No 1 (2023): Jurnal Agroterpadu Volume 2, Nomor 1, April 2023
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/ja.v2i1.3665

Abstract

      Karakteristik sosial ekonomi petani merupakan tanda atau ciri- ciri dari seseorang yang ada di dalam pribadi seseorang yang dapat mempengaruhi seseorang dalam menerapkan suatu inovasi. Pengolaan usahatanijagung diperlikan untuk meningkatkan pendapatan petani jagung. Pengolaan usahatani jagung tidak lepas dari pengaruh Karakteristik sosial ekonomi yang melekat pada diri petani. Karakteristik sosial ekonomi yang melekat pada diri petani meliputi: umur, pendidikan, pengalaman berusahatani, dan luas lahan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh dan bagaimana pengaruh karkteristik sosial ekonomi petani terhadap pendapatan usahatani jagung.Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu purposive sampling dengan teknik penentuan sampel secara sengaja. Untuk mengetahui pengruh karakteristik social ekonomi petani terhadap pendapatan usahatani maka rumus yang digunakan adalah regrisilinear berganda.    Hasil penelitian menunjukkan pengaruh karakteristik sosial ekonomi petani terhadap pendapatan usahatani jagung terdapat pengaruh 72% sedangkan 28% lainnya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak terdapat dalam penelitian dan karteristik sisoal ekonomi karateristik sosial ekonomi petani yang mepegaruhi pendapatan usahatani jagung variabel pengalaman berusahatani  dan luas lahan.dengan tingkat signifikasin atau kepercayaan 95% atau < 0,05. Sedangkan secara simultan atau bersama – sama memiliki pengaruh terhadap pendapatan usahatani jagung.       
Tingkat Adopsi Inovasi Peternak terhadap Teknologi Inseminasi Buatan Program UPSUS SIWAB Tanri Giling Rasyid; ST Rohani; Muhammad Hatta; Pipi Diansari; Alima Bachtiar Abdullahi; Muhammad Darwis; Putra Astaman; Muhammad Erik Kurniawan; Zulkifli Basri
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9, No 1 (2024): AGROVITAL VOLUME 9, NOMOR 1, MEI 2024
Publisher : LPPM Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v9i1.5019

Abstract

Permintaan daging sapi yang meningkat dari konsumen tidak sejalan dengan populasi sapi potong yang ada di Indonesia. Untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, sebagian besar produksi daging sapi didukung oleh impor, termasuk daging sapi beku sebesar 20% dan sapi bakalan yang digemukkan di dalam negeri sebesar 15%. Untuk mengatasi hal ini, upaya Inseminasi Buatan (IB) terus dilakukan untuk meningkatkan jumlah, kualitas, dan produksi ternak sapi. Penelitian ini bertujuan untuk menilai seberapa banyak peternak yang mengadopsi teknologi IB dalam kerangka Program UPSUS SIWAB. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, Indonesia. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Sampel terdiri dari 140 peternak sapi potong yang dipilih secara acak sederhana. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan skala Likert untuk setiap variabel yang diukur, di mana nilai 1 menunjukkan tingkat tidak baik, nilai 2 menunjukkan tingkat sedang, dan nilai 3 menunjukkan tingkat baik. Analisis data dilakukan menggunakan metode statistik deskriptif dengan memanfaatkan tabel distribusi frekuensi. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat adopsi inovasi peternak terhadap teknologi IB Program UPSUS SIWAB dapat dinilai dari tiga aspek: (1) waktu yang dibutuhkan oleh peternak untuk mengadopsi teknologi IB, (2) manfaat dan kualitas teknologi IB, dan (3) sejauhmana teknologi IB diterapkan. Ketiga aspek tersebut dinilai dengan baik. Namun, dari ketiganya, sejauhmana teknologi IB diterapkan menjadi variabel yang paling signifikan dalam meningkatkan adopsi inovasi peternak terhadap teknologi IB Program UPSUS SIWAB di Kabupaten Barru.
Saluran Pemasaran Dan Pangsa Pasar Kopi Lokal Kurrak Di Kecamatan Tapango Kab. Polewali Mandar Muh Arman Yamin Pagala; Nurdiyah Nurdiyah; Siti Nuraliah; Zulkifli Basri
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 11, No 1 (2026): Agrovital Volume 11, Nomor 1, Mei 2026
Publisher : LPPM Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v11i1.6982

Abstract

Kopi merupakan komoditi unggulan yang dapat meningkatkan PDB sebesar 3,76 %, menyerap energi kerja baik di hulu maupun dihilir, dan menjadi komoditi yang sudah lama dibudidayakan masyarakat di Polewali Mandar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Metode yang digunakan adalah survei dengan pendekatan analisis deskriptif kuantitatif, dengan saluran pemasaran dan pangsa pasar. Sampel secara purposif. Hasil analisis harga berdasarkan saluran pemasaran biji kopi lokal, petani mendapatkan keuntungan lebih besar ketika menempuh jalur pemasaran ke II, yaitu dengan harga Rp. 4.236, dari saluran ke I petani hanya mendapatkan harga Rp. 2.294 per kilonya. Artinya saluran pemasaran ke II lebih efisien, dari saluran pemasaran I. 2. Menunjukkan dominasi tiga industri utama dalam rasio pembelian. Nilai tersebut menunjukkan bahwa industri satu dengan rata-rata penjualan per tahun adalah 383 kg dengan memegang pangsa pasar sebesar 0,331% dari total penjualan kopi di desa kurrak, industri dua dengan rata-rata penjualan 580 kg per tahun memegang pangsan pasar 0,472% dari total penjualan kopi di desa kurrak, dan industri tiga dengan rata-rata pembelian kopi 120 kg per tahun memegang 0,097% pangsa pasar dari total penjualan kopi di desa Kurrak Kecamatan Tapango Polewali Mandarin.
ANALISIS PERBANDINGAN PENDAPATAN PETANI PEPAYA CALIFORNIA ORGANIK DAN ANORGANIK DI DESA DUAMPANUA KECAMATAN ANREAPI Firman Syah; Zulkifli Basri; muhammad arman yamin pagala
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 6, No 2 (2024): Peqguruang
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v6i2.5559

Abstract

Pepaya California sering dipilih oleh petani karena permintaan pasar yang tinggi, rasa yang disukai oleh konsumen, dan kemampuannya untuk tumbuh dengan baik di berbagai kondisi iklim. Penelitian ini bertujuan untuk Membandingkan penerimaan yang dihasilkan usaha tani pepaya california organik dan anorganik dan untuk menganalisis perbandingan dan kelayakan Usahatani pepaya california organik dan anorganik di Desa Duampanua Kecamatan Anreapi. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif komparatif yang bertujuan untuk membandingkan pendapatan petani pepaya California yang menggunakan metode organik dan anorganik di Desa Duampanua, Kecamatan Anreapi. Adapun hasil dari penelitian ini adalah Rata–rata pendapatan petani pepaya California organik yaitu Rp 4.711.333 lebih tinggi dari pada petani pepaya California anorganik yaitu Rp 3.566.000. Nilai yang diperoleh adalah R/C Ratio usahatani pepaya California organik yaitu sebesar 3,58 lebih tinggi dari pada R/C Ratio usahatani pepaya California anorganik yaitu 3,55. Keuntungan atau B/C Ratio untuk Petani Pepaya California Organik yaitu 2,58, lebih tinggi dari pada Petani Pepaya California Anorganik yaitu 2,55 Menunjukkan bahwa usahatani Pepaya California Organik dan Anorganik layak untuk dikembangkan karena memiliki efisiensi R/C Ratio lebih dari 1. 
Pengaruh Topografi Terhadap Pertumbuhan Tanaman Kakao Di Kelurahan Amassangan Rahmawati Rahmawati; Zulkifli Basri; Hasanuddin Kandatong
Jurnal Agroterpadu Vol 4, No 2 (2025): Jurnal Agroterpadu Volume 4, Nomor 2, Juni 2025
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/ja.v4i2.6227

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh topografi lahan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kakao (Theobroma cacao L.) di Kelurahan Amassangan, dengan membandingkan dua bentuk topografi, yaitu lahan hamparan dan lahan terasan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari hingga April 2025 menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan eksperimen lapangan. Parameter agronomi yang diamati meliputi berat tandan, jumlah dan panjang pelepah, ukuran petiol, jumlah dan rasio bunga jantan dan betina (sex ratio), serta jumlah dan berat brondolan per tandan. Hasil analisis statistik menggunakan Uji-T pada taraf signifikansi 5% menunjukkan bahwa sebagian besar parameter menunjukkan perbedaan yang signifikan antara dua jenis topografi. Tanaman kakao pada lahan terasan menunjukkan pertumbuhan yang lebih baik, didukung oleh drainase tanah yang optimal, ketersediaan unsur hara mikro, dan kondisi mikrolingkungan yang lebih stabil. Selain itu, tingginya jumlah bunga betina dan sex ratio yang lebih seimbang pada lahan terasan meningkatkan peluang keberhasilan pembuahan dan jumlah brondolan yang dihasilkan. Dengan demikian, sistem terasering terbukti efektif dalam meningkatkan produktivitas kakao melalui optimalisasi pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan budidaya kakao pada lahan terasan serta pelatihan agronomi berbasis topografi bagi petani di wilayah dengan kondisi agroklimat serupa.
Pengaruh Dampak Sosial Usaha Ayam Petelur Di Desa Landi Kanusuang Kecamatan Mapilli Kabupaten Polewali Mandar Andy Saputra; Muh. Arman Yamin Pagala; Siadina Siadina; Zulkifli Basri
Jurnal Agroterpadu Vol 5, No 2 (2026): Jurnal Agroterpadu Volume 5, Nomor 2, Juni 2026
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/ja.v5i2.7055

Abstract

Penelitian ini dilakukan di CV Telur Bumi Kanusuang Kecamatan Mapilli Kabupaten Polewali Mandar, bertujuan untuk mengetahui seperti apa pengaruh dampak sosial yang ditimbulkan oleh usaha ayam petelur ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah proposive sampling dengan Teknik penentuan sampel berdasarkan pertimbangan khusus yang ditetapkan sendiri. Selain itu metode skala likert juga digunakan untuk dapat menganilsis strategi serta peluang pemasaran pada usaha ayam petelur bumi kanusuang ini. Hasil penelitian menunjukkkan bahwa ada 4 strategi yang diterapkan anatara lain: (a) Peningkatan produktivitas; (b) Pelaksanaan Pelatihan; (c) Pendekatan dengan konsumen dan (d) Meningktakan knowledge tentang peternakan ayam ras petelur. Adapun beberapa peluang yang dapat dimanfaatkan antara lain: (a) Ketersediaan lapangan pekerjaan; (b) Permintaan komoditi telur ayam untuk kebutuhan masyarakat; (c) Permintaan yang cukup tinggi untuk komoditi telur ditingkat pedagang, dan (d) kemudahan komunikaasi dan informasi.
ANALISIS PENDAPATAN USAHA BRIKET CV HIKMAH DI DESA PARAPPE KECAMATAN CAMPALAGIAN Siadina Siadina; Busman Busman; Zulkifli Basri
Jurnal Agroterpadu Vol 5, No 2 (2026): Jurnal Agroterpadu Volume 5, Nomor 2, Juni 2026
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/ja.v5i2.7357

Abstract

Tempurung kelapa tidak hanya berakhir sebagai sisa hasil pengolahan, tetapi dapat ditransformasikan menjadi arang yang selanjutnya diolah menjadi briket dengan nilai jual yang lebih tinggi. Pemanfaatan tersebut mendorong tumbuhnya berbagai kegiatan usaha yang memberikan manfaat ekonomi. Salah satu usaha yang menjalankan kegiatan tersebut adalah CV Hikmah melalui pengolahan arang tempurung kelapa menjadi briket. Meskipun aktivitas produksi telah berlangsung secara berkelanjutan, informasi yang menggambarkan susunan biaya produksi serta pendapatan yang diperoleh usaha masih belum tersedia secara terperinci. Atas dasar itu, kajian ini dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai komponen biaya produksi dan besarnya pendapatan yang dihasilkan oleh usaha briket pada CV Hikmah. Kegiatan penelitian dilaksanakan pada Februari–April 2026 di CV Hikmah yang berlokasi di Desa Parappe, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Informasi penelitian dihimpun melalui observasi lapangan, wawancara, dokumentasi, dan data perusahaan yang berkaitan dengan kegiatan usaha. Selanjutnya, data yang terkumpul diolah melalui analisis biaya produksi, penerimaan, dan pendapatan usaha. Dalam satu bulan, jumlah briket yang dihasilkan mencapai 75.000 kg dengan harga jual Rp30.000 per kilogram. Kondisi tersebut menghasilkan rata-rata penerimaan sebesar Rp2.250.000.000 per bulan. Pengeluaran produksi yang tercatat terdiri atas biaya tetap rata-rata Rp12.000.000 per bulan dan biaya variabel rata-rata Rp1.284.500.000 per bulan, sehingga kebutuhan biaya produksi secara keseluruhan mencapai Rp1.296.500.000 per bulan. Setelah seluruh pengeluaran produksi diperhitungkan, usaha ini memperoleh rata-rata pendapatan sebesar Rp953.500.000 per bulan.