Jewawut (Setaria italica (L.) P. Beauv.) merupakan tanaman serealia minor dengan potensi strategis untuk ketahanan pangan dan diversifikasi nutrisi di era perubahan iklim. Meskipun Indonesia sebagai negara megabiodiversitas memiliki plasma nutfah jewawut yang beragam, keragaman genetik aksesi lokal masih belum terdokumentasi secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan menganalisis keragaman genetik 11 aksesi jewawut Indonesia menggunakan 18 penanda mikrosatelit (SSR) yang tersebar pada 9 kromosom. DNA diekstraksi dari daun muda, diamplifikasi dengan PCR, dan dianalisis menggunakan elektroforesis poliakrilamida 8%. Kandungan informasi polimorfik (PIC) dihitung menggunakan formula Nei, analisis klaster dilakukan dengan metode UPGMA (NTSYS-pc 2.1), dan analisis kofenetik menggunakan Winboot. Hasil penelitian menunjukkan tingkat polimorfisme yang sangat tinggi dengan nilai PIC rata-rata 0,79 (berkisar 0,67–0,99), dengan 83,3% penanda sangat informatif (PIC > 0,5). Koefisien kesamaan genetik berkisar 0,54–0,74, menghasilkan dua klaster utama: Klaster I (4 aksesi) dan Klaster II (7 aksesi). Jarak genetik antaraksesi berkisar 0,26–0,55, dengan pasangan terdekat TRSLB-WKNTK (0,26) dan terjauh TRBLW-TRSLB (0,55). Pola pengelompokan tidak sepenuhnya mengikuti asal geografis, mengindikasikan bahwa seleksi petani lokal dan adaptasi lingkungan lebih dominan membentuk struktur genetik. Aksesi TRSLB menunjukkan keunikan genetik tinggi sebagai sumber gen potensial. Keragaman genetik yang tinggi ini menyediakan peluang signifikan untuk pembentukan hibrida lokal adaptif, konservasi plasma nutfah berkelanjutan, dan program pemuliaan terarah yang mendukung diversifikasi pangan dan ketahanan pangan nasional.
Copyrights © 2025