Desa Padang Timur pernah merasakan masa kejayaan kakao pada tahun 1997, namun serangan hama penyakit di tahun 2000-an menyebabkan kakao tidak lagi menjadi primadona petani. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan mengembangkan kembali Desa Padang Timur sebagai sentra kakao di Polewali Mandar melalui penerapan teknologi tepat guna berbasis kearifan lokal. Kegiatan dilaksanakan dengan metode sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, dan evaluasi melibatkan 25 anggota Kelompok Tani "Tayang Pammase". Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan mitra dari 9,75% menjadi 85,75% dan kemampuan manajemen kelompok dari 12,65% menjadi 98,35%. Dampak nyata yang dicapai meliputi produksi pupuk organik 50-100 kg/bulan, penurunan serangan hama dari 25% menjadi 7%, dan peningkatan harga jual biji kakao fermentasi mencapai Rp. 90.000-120.000/kg dibandingkan non-fermentasi Rp. 45.000-50.000/kg. Program berhasil membangun kemandirian kelompok dalam menerapkan teknologi ramah lingkungan dengan memanfaatkan sumber daya lokal yang tersedia.
Copyrights © 2025