Pengelolaan limbah tempurung kelapa yang selama ini kurang dimanfaatkan menjadi masalah lingkungan sekaligus peluang ekonomi bagi masyarakat di Desa TNS, Kabupaten Maluku Tengah. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberdayakan kelompok pemuda untuk mengolah limbah tersebut menjadi briket sebagai sumber energi alternatif, sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal. Metode pelaksanaan mencakup survei awal, sosialisasi, pelatihan teknis produksi briket, pendampingan lapangan, dan evaluasi, dengan pendekatan partisipatif agar masyarakat aktif terlibat dalam setiap tahapan kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapasitas produksi hingga 50 kg briket per minggu dengan kualitas stabil, terbentuknya kelompok usaha mikro, peningkatan keterampilan teknis dan manajerial masyarakat, serta pendapatan tambahan dari penjualan briket. Dampak sosial terlihat dari meningkatnya kesadaran lingkungan, budaya gotong royong, dan kolaborasi antara masyarakat dan pihak akademisi. Kelebihan kegiatan terletak pada relevansi dengan kebutuhan lokal, penerapan teknologi tepat guna, dan keberhasilan transfer pengetahuan, sedangkan keterbatasan mencakup peralatan produksi awal yang terbatas dan jaringan pemasaran yang masih perlu diperluas. Program ini memiliki potensi pengembangan lebih lanjut melalui peningkatan efisiensi produksi, diversifikasi produk, penguatan manajemen usaha, dan perluasan jejaring kerja sama untuk mendukung keberlanjutan usaha masyarakat.
Copyrights © 2026