Pendidikan informal dalam keluarga merupakan unit terkecil dalam persemaian nilai Pancasila yang sering terabaikan dalam diskursus penguatan ideologi formal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan informal keluarga guna membangun literasi kewarganegaraan yang kokoh di tengah tantangan arus digitalisasi. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) melalui tahapan koordinasi, seminar edukasi, dan pendampingan (coaching) kelompok kecil terhadap orang tua. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara, yang dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman dan penerapan literasi kewarganegaraan keluarga, dengan kenaikan rata-rata persentase pemahaman pada seluruh sila Pancasila (90% pada aspek religiusitas dan 92% pada aspek keadilan). Perubahan paling menonjol terlihat pada aspek musyawarah, di mana terjadi pergeseran pola asuh dari otoriter menjadi demokratis. Disimpulkan bahwa strategi pembiasaan harian lebih efektif dibandingkan pendekatan teoretis dalam mentransformasi perilaku keluarga. Kegiatan ini merekomendasikan perlunya sinergi berkelanjutan antara pendidikan keluarga dan institusi formal untuk menjaga ketahanan ideologi generasi muda
Copyrights © 2026