Fluktuasi harga emas merupakan isu penting di pasar global karena emas berfungsi sebagai aset safe haven yang melindungi nilai investasi pada kondisi ketidakpastian ekonomi dan politik. Penelitian ini bertujuan membandingkan dua metode prediksi harga emas, yaitu regresi linear dan backpropagation. Data yang digunakan berupa harga emas bulanan periode 2020–2023 yang diperoleh dari PT Aneka Tambang dan sumber sekunder lainnya. Analisis dilakukan dengan pendekatan kuantitatif menggunakan metrik error, yaitu Mean Square Error (MSE), Root Mean Square Error (RMSE), dan Mean Absolute Percentage Error (MAPE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa regresi linear memiliki tingkat kesalahan prediksi yang lebih rendah dibandingkan backpropagation. Hal ini menunjukkan bahwa regresi linear lebih sesuai digunakan dalam prediksi harga emas jangka pendek dengan jumlah data terbatas. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi investor dalam pengambilan keputusan berbasis data dan rekomendasi bagi penelitian selanjutnya untuk menguji model prediksi lain yang lebih kompleks..
Copyrights © 2025