Peningkatan dan pengembangan tanaman jagung diarahkan dengan memaksimalkan potensi genetik pada tanaman jagung. Salah satu potensi genetik yang diharapkan dapat meningkatkan produktivitas tanaman jagung adalah prolifik dengan menggunakan teknologi budidaya yang tepat. Tujuan penelitian ialah untuk mengetahui interaksi varietas terhadap teknologi budidaya paket pemupukan dan mengetahui karakter sekunder produktivitas dalam optimalisasi teknologi budidaya. Penelitian ini menggunakan rancangan percobaan petak terpisah. Petak utama (PU) adalah paket pemupukan/ha (P) yang terdiri dari 4 paket, yaitu N:P:K= 225:100:75 (P1), N:P:K= 200:100:60 + KNO3 25 kg (P2), N:P:K= 225:100:75 + Ecofarming 5cc/L (P3) dan N:P:K= 200:100:50 + KNO3 25 kg + Ecofarming 5 cc/L (P4). Sedangkan anak petak (AP) adalah varietas jagung (V), yaitu NASA 29 (V1), Bisi 2 (V2), dan Sinhas 1 (V3). Berdasarkan hasil penelitian, Varietas Nasa-29 menghasilkan persentase prolifik tertinggi dengan nilai 67.47% dengan perlakuan pemupukan :P:K= 225:100:75 + Ecofarming 5cc/L. Persentase prolifik memiliki potensi untuk naik dari angka tersebut jika diberi perlakuan lain seperti pengaturan kepadatan populasi tanaman. Pada parameter produktivitas, varietas Nasa-29 mendominasi hasil tertinggi dengan memiliki 3 dari 4 nilai rata-rata tertinggi dari semua perlakuan paket pemupukan. Sedangkan produktivitas tertinggi pada varietas Nasa-29 terdapat diperlakuan pemupukan N:P:K= 200:100:60 + KNO3 25 kg dengan produktivitas 11.03 ton.ha-1. Untuk karakter yang memiliki korelasi positif dengan produktivitas yaitu persentase prolifik, jumlah daun, dan panjang baris berbiji.
Copyrights © 2025