Siswa sering kali terjebak dalam pola makan yang tidak sehat dan tidak teratur, bahkan sampai mengalami gangguan pola makan. Gangguan pola makan dikarenakan disibukkan dengan penugasan sekolah dan beban hidup lainnya, membuat mereka cenderung mengalami masalah lambung yaitu maag atau gastritis. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pola makan dengan kejadian gastritis pada siswa SMA Negeri 3 Polewali. Penelitian ini memakai metode kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional, dimana data yang menyangkut variabel bebas (independen) dan variabel terikat (dependen) diteliti secara bersamaan. Sampel dalam penelitian ini yaitu 134 orang siswa. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian diperoleh pola makan buruk sebanyak 84 orang (62,7%) dan kejadian gastritis positif sebanyak 82 orang (61,2%). Berdasarkan hasil uji Chi-square, diperoleh nilai p-value sebesar 0,000, yang berada di bawah ambang batas signifikansi 0,05. Temuan ini mengindikasikan adanya hubungan yang bermakna secara statistik antara pola makan dan kejadian gastritis. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa pola makan yang tidak
Copyrights © 2026