Sembelit merupakan salah satu masalah pencernaan yang sering terjadi pada remaja dan dapat berdampak pada kenyamanan serta kualitas hidup. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh pola makan rendah serat, kurangnya asupan cairan, serta gaya hidup sedentari yang semakin meningkat pada usia remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian sembelit pada remaja serta dampaknya terhadap aktivitas sehari-hari. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional pada remaja usia 12–18 tahun. Data dikumpulkan melalui kuesioner mengenai pola makan, kebiasaan minum, aktivitas fisik, dan frekuensi buang air besar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar remaja yang mengalami sembelit memiliki asupan serat yang rendah, kurang minum air putih, serta aktivitas fisik yang minimal. Selain itu, kebiasaan menahan buang air besar juga menjadi faktor yang berkontribusi. Sembelit pada remaja dapat menimbulkan ketidaknyamanan, nyeri perut, dan gangguan konsentrasi dalam belajar. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa sembelit pada remaja dipengaruhi oleh pola hidup yang kurang sehat, sehingga diperlukan edukasi mengenai pentingnya konsumsi serat, hidrasi yang cukup, serta aktivitas fisik untuk mencegah terjadinya sembelit (Purnamasari 2018).
Copyrights © 2026