p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Medika: Medika
Jividhah Sri Wulan Gea
Institut Kesehatan Rajawali

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Edukasi Kesehatan Dalam Mengubah Persepsi Remaja TentangThalassemia Sebagai Penyakit Genetik Theophylia Melisa Manumara; Andini Aulia Khaerunisa; Zaharani Akbar Ash. Shoffi; Zulfa Noviana; Jividhah Sri Wulan Gea; Susiselia Susiselia; Aliqa Anzani Yusmita; Fathur Halimansyah; Sahla Afifah
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ezxcrq74

Abstract

Thalassemia beta mayor adalah penyakit kronis yang menjadi permasalahan kesehatan pada anak dan prevalensi nya semakin meningkat setiap tahunnya dikarenakan semakin meningkatnya gen pembawa thalassemia di seluruh dunia (WHO, 2021) . Thalassemia juga penyakit yang terjadi akibat gangguan sintesis hemoglobin dan tidak dialami oleh anak pada umumnya. Kegiatan pemberdayaan kesehatan masyarakat dalam bentuk penyuluhan kesehatan yang dilakukan di SMK Madani bandung bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa tentang penyakit thalassemia beta mayor. Khususnya pentingnya pencegahan penyakit tersebut upaya pencegahan yang tepat meliputi edukasi remaja menegenai risiko gen pembawa thalassemia, serta skrining dini untuk mengidentifikasi pembawa gen agar dapat menghindari transmisi penyakit kegenerasi berikutnya. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu metode edukatif. Hasil thalassemia beta mayor pada anak terutama dipengaruhi faktor genetik dan kurangnya deteksi dini. Saran dukungan sosial orang tua berperan penting dalam membantu anak beradaptasi. Oleh karena itu, edukasi dan skirining menjadi Langkah penting dalam pencegahan dan penanganan thalassemia.
Edukasi Kesehatan tentang Hubungan Gaya Hidup Remaja dengan Kejadian Konstipasi (Sembelit) di SMK PGRI 1 Cimahi Deri Ramadhan; Theophylia Melisa Manumara; Gandung Galih Asmoro; Chania Marsela Mandani Putri; Rita Juwita; Euis Nur Asy - Syifa Najiah; Vika Rahmanisah; Bunga Elia; Muhammad Arif Rahman; Nela Nuraeni; Jividhah Sri Wulan Gea
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/rx3qd437

Abstract

Sembelit merupakan salah satu masalah pencernaan yang sering terjadi pada remaja dan dapat berdampak pada kenyamanan serta kualitas hidup. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh pola makan rendah serat, kurangnya asupan cairan, serta gaya hidup sedentari yang semakin meningkat pada usia remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian sembelit pada remaja serta dampaknya terhadap aktivitas sehari-hari. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional pada remaja usia 12–18 tahun. Data dikumpulkan melalui kuesioner mengenai pola makan, kebiasaan minum, aktivitas fisik, dan frekuensi buang air besar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar remaja yang mengalami sembelit memiliki asupan serat yang rendah, kurang minum air putih, serta aktivitas fisik yang minimal. Selain itu, kebiasaan menahan buang air besar juga menjadi faktor yang berkontribusi. Sembelit pada remaja dapat menimbulkan ketidaknyamanan, nyeri perut, dan gangguan konsentrasi dalam belajar. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa sembelit pada remaja dipengaruhi oleh pola hidup yang kurang sehat, sehingga diperlukan edukasi mengenai pentingnya konsumsi serat, hidrasi yang cukup, serta aktivitas fisik untuk mencegah terjadinya sembelit (Purnamasari 2018).