Lintas penyeberangan Ketapang–Gilimanuk merupakan jalur transportasi vital yang menghubungkan Pulau Jawa dan Pulau Bali. Pada setiap momen Angkutan Lebaran (Angleb), jalur ini mengalami lonjakan volume kendaraan dan penumpang yang sangat signifikan, mengakibatkan penumpukan di area buffer zone, meningkatnya waktu tunggu (waiting time), dan munculnya kendala teknis pada sistem e-ticketing Ferizy. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan membantu pihak ASDP dalam mengurai kepadatan lalu lintas pelabuhan, meningkatkan literasi digital tiket penyeberangan, serta memastikan kelancaran arus mudik dan balik melalui kolaborasi lintas sektor. Metode yang diterapkan adalah Participatory Action Researce (PAR) yang dikombinasikan dengan pendekatan Service Learning dengan menerjunkan tim yang terdiri atas 5 dosen pembimbing lapangan dan 80 taruna. Personel dibagi ke dalam dua wilayah operasional, yakni Pelabuhan Ketapang dan Pelabuhan Gilimanuk, dengan sistem piket 2 shift selama 24 jam penuh. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa kehadiran tim PkM mampu mempercepat proses pengisian kapal (loading time) dari 30 menit menjadi 15-20 menit perkapal melalui penataan saf kendaraan yang teratur dan sistematis. Pendampingan proaktif di area toll gate juga secara signifikan menekan angka kegagalan transaksi tiket digital Ferizy. Selain memberikan dampak nyata pada kelancaran pelayanan publik sektor transportasi, kegiatan ini menjadi experiental learning yang berhasil mengonversi pemahaman teoritis taruna menjadi kompetensi praktis di lingkungan kerja bertekanan tinggi.
Copyrights © 2026