Perkembangan media sosial telah mengubah pola komunikasi informasi skincare dari sumber profesional menuju komunikasi digital yang semakin dipengaruhi oleh peran influencer. TikTok menjadi salah satu platform yang banyak digunakan untuk menyampaikan informasi mengenai kandungan kimia produk perawatan kulit melalui bahasa yang sederhana, komunikatif, dan persuasif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk bahasa persuasif yang digunakan influencer skincare dalam menjelaskan kandungan kimia produk di TikTok, mengidentifikasi pola penyampaian informasi bahan aktif, serta mendeskripsikan strategi komunikasi yang digunakan dalam konten skincare digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode analisis isi (content analysis). Data penelitian berupa 30 video TikTok influencer skincare Indonesia yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, observasi non-partisipatif, dan transkripsi komunikasi verbal terkait penjelasan kandungan skincare. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk bahasa persuasif yang dominan meliputi klaim manfaat produk (36,9%), penekanan terhadap permasalahan kulit (26,1%), penyederhanaan istilah ilmiah (21,6%), dan kalimat rekomendasi penggunaan (15,4%). Selain itu, influencer cenderung menggunakan pendekatan simplifikasi ilmiah berbasis manfaat praktis, di mana kandungan aktif seperti niacinamide, retinol, salicylic acid, dan hyaluronic acid lebih banyak dijelaskan melalui manfaat penggunaan dibandingkan mekanisme ilmiah secara mendalam. Temuan penelitian menunjukkan bahwa komunikasi influencer skincare di TikTok merepresentasikan pertemuan antara fungsi edukatif, praktik persuasi, dan komunikasi pemasaran digital.
Copyrights © 2026