Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Isi Bahasa Persuasif pada Konten Influencer Skincare dalam Menjelaskan Kandungan Kimia Produk di TikTok Yusrah Tri Adzriani; Anggun Irwanda Sinaga; Lengsinta Debora Pasaribu; Fajha Adinda Yahya; Nurul Azizah
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 05 (2026): MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan media sosial telah mengubah pola komunikasi informasi skincare dari sumber profesional menuju komunikasi digital yang semakin dipengaruhi oleh peran influencer. TikTok menjadi salah satu platform yang banyak digunakan untuk menyampaikan informasi mengenai kandungan kimia produk perawatan kulit melalui bahasa yang sederhana, komunikatif, dan persuasif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk bahasa persuasif yang digunakan influencer skincare dalam menjelaskan kandungan kimia produk di TikTok, mengidentifikasi pola penyampaian informasi bahan aktif, serta mendeskripsikan strategi komunikasi yang digunakan dalam konten skincare digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode analisis isi (content analysis). Data penelitian berupa 30 video TikTok influencer skincare Indonesia yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, observasi non-partisipatif, dan transkripsi komunikasi verbal terkait penjelasan kandungan skincare. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk bahasa persuasif yang dominan meliputi klaim manfaat produk (36,9%), penekanan terhadap permasalahan kulit (26,1%), penyederhanaan istilah ilmiah (21,6%), dan kalimat rekomendasi penggunaan (15,4%). Selain itu, influencer cenderung menggunakan pendekatan simplifikasi ilmiah berbasis manfaat praktis, di mana kandungan aktif seperti niacinamide, retinol, salicylic acid, dan hyaluronic acid lebih banyak dijelaskan melalui manfaat penggunaan dibandingkan mekanisme ilmiah secara mendalam. Temuan penelitian menunjukkan bahwa komunikasi influencer skincare di TikTok merepresentasikan pertemuan antara fungsi edukatif, praktik persuasi, dan komunikasi pemasaran digital.
Ghibah sebagai Pemicu Stres Psikologis: Tinjauan Peran Hormon Kortisol dalam Perspektif Sains dalam Islam Habsyah Nabila Putri; Nurul Aulia; Azirnic Sahra; Salsabila Hanifah; Karissa Nayla Azhara; Romi Dihardi Purba; Fajha Adinda Yahya; Muhammad Farhan Nazli; Nurmayani
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 01 (2026): Februari - Maret 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ghibah merupakan perilaku membicarakan keburukan orang lain yang dilarang dalam Islam. Selain berdampak pada hubungan sosial, ghibah juga dapat memicu stres psikologis. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara perilaku ghibah dengan stres psikologis melalui mekanisme hormon kortisol dengan pendekatan integratif antara sains dan perspektif Islam. Metode yang digunakan adalah studi literatur dari jurnal ilmiah dan kitab tafsir. Hasil kajian menunjukkan bahwa ghibah dapat menimbulkan tekanan emosional, rasa bersalah, konflik sosial, dan kecemasan yang memicu peningkatan hormon kortisol sebagai hormon stres. Dalam perspektif Islam, larangan ghibah bertujuan menjaga keharmonisan sosial dan kesehatan mental manusia. Dengan demikian, menghindari ghibah tidak hanya bernilai ibadah tetapi juga memiliki manfaat psikologis dan kesehatan