Penyelenggaraan event MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition) memiliki banyak sekali ketidakpastian yang memerlukan pengelolaan risiko secara sistematis dan terstruktur. Artikel ini mendokumentasikan dan menganalisis implementasi manajemen risiko berbasis ISO 31000:2018 dalam penyelenggaraan Matchaholic Festival 2026: The Matcha Society, sebuah festival tematik bertema budaya matcha yang dilaksanakan oleh mahasiswa Kelas 6B Program Studi MICE Politeknik Negeri Jakarta pada 8–10 Mei 2026 di Lippo Mall Nusantara, Jakarta Selatan. Melalui pendekatan Project-Based Learning (PBL), function Risk Management menjalankan siklus kerja selama dua belas minggu yang mencakup inisiasi, roadshow identifikasi risiko lintas divisi, penyusunan risk register, serta pemantauan aktif di lapangan. Hasil proses identifikasi mencakup 24 risiko dari delapan divisi kepanitiaan—5 risiko (20,8%) berkategori Tinggi, 17 risiko (70,8%) Sedang, dan 2 risiko (8,4%) Rendah. Selama pelaksanaan event, tercatat 11 insiden yang terdistribusi pada Day 1 dan Day 2, di mana 7 di antaranya (63,6%) berkorelasi dengan risiko yang sudah teridentifikasi sebelumnya. Artikel ini menyajikan analisis kesesuaian antara perencanaan risiko dan kondisi lapangan, serta mengajukan enam rekomendasi konkret untuk penguatan sistem manajemen risiko event MICE di masa mendatang
Copyrights © 2026