Saat ini fenomena peserta didik disekolah menunjukkan bahwa ada kekhawatiran mengenai penurunan keterampilan berpikir kritis pada peserta didik. Sebagian besar peserta didik cenderung hanya mengikuti intruksi tanpa mengembangkan pemikiran mereka secara mendalam. Banyak diantara mereka yang belum mampu mengemukakan pendapat dan mengajukan pertanyaan. Kurikulum Merdeka hadir sebagai upaya untuk menjawab tantangan tersebut. Salah satu program pada kurikulum merdeka yaitu proyek penguatan profil pelajar pancasila (P5). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah proyek penguatan profil pelajar pancasila dapat mengembangkan keterampilan berpikir kritis peserta didik kelas IV di SDIT Atikah Musaddad Garut dan untuk mengetahui bagaimana implementasi, tahapan, metode yang digunakan, upaya guru dalam kegiatan P5, serta dampak P5 terhadap keterampilan berpikir kritis peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian ini meliputi kepala sekolah, guru kelas IV, dan peserta didik. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah pengamatan, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen utama adalah peneliti dengan menggunakan alat bantu berupa pedoman observasi dan wawancara. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan data dengan triangulasi sumber, teknik dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi proyek P5 di kelas IV terlaksana dengan cukup baik melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Upaya guru pada kegiatan P5 berjalan dengan baik, mulai dari perencanaan, mempersiapkan tim, membuat modul, membagi tugas sampai pada evaluasi. Memberikan dampak yang baik, mulai dari aktifnya dalam bertanya, menjawab pertanyaan, mengemukakan pendapat dan meningkatnya kemampuan dalam memberikan solusi dari persoalan dan permasalahan yang dihadapi
Copyrights © 2026