Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Enkulturasi Nilai Karakter Melalui Permainan Tradisional Pada Pembelajaran Tematik Di Sekolah Dasar Ani Siti Anisah; Ade Holis
Jurnal Pendidikan UNIGA Vol 14, No 2 (2020): Jurnal Pendidikan UNIGA
Publisher : Fakultas Pendidikan Islam dan Keguruan Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jp.v14i2.1005

Abstract

Proses penanaman karakter di sekolah selama ini berlangsung secara tidak langsung sehingga berdampak kepada kurang terbangunnya karakter peserta didik. Didukung oleh perkembangan teknologi yang melahirkan berbagai inovasi telah menggeser nilai-nilai budaya yang dianut masyarakat dan melemahkan kekuatan karakter bangsa. Lembaga pendidikan memiliki peran dalam memperbaiki lemahnya sumber daya manusia terutama karakter, bahkan tripusat pendidikan harus bersinergi dalam membangun karakter peserta didik sejak dini. Pendidikan tingkat dasar merupakan akar pendidikan yang paling mendasar sehingga keberhasilannya sangat menentukan proses belajar peserta didik pada jenjang selanjutnya. Pemberlakuan Kurikulum 2013 salah satunya bertujuan untuk memperbaiki karakter peserta didik. Pembelajaran tematik integrative diterapkan dengan mengaitkan berbagai mata pelajaran yang ada dengan permasalahan-permasalahan yang dijumpai di sekitar sehingga pembelajaran menjadi kontekstual dengan konsep belajar learning by doing. Disamping itu pendidik dituntut kreatif dalam mengembangkan bahan ajar, memilih sumber dan media belajar yang tersedia di lingkungan sekitar. Proses mempelajari nilai budaya local dapat dilakukan melalui pembelajaran tematik agar terjadi proses enkulturasi nilai karakter, karena proses enkulturasi merupakan proses alamiah yang terjadi di lingkungan pendidikan baik formal, informal maupun non formal. Pada pendidikan formal pendidik dituntut untuk memperhatikan karakteristik peserta didik usia sekolah dasar sehingga pendidik harus lebih kreatif dalam mengembangkan pembelajaran yang mengandung unsur permainan, menciptakan lingkungan teman sebaya yang mengajarkan keterampilan fisik, bersosialisasi, bekerjasama, kontekstual, dan mampu mengembangkan nilai karakter selama proses pembelajaran. Kata Kunci: Enkulturasi, Nilai-nilai Karakter, Permainan Tradisional, Pembelajaran Tematik, Sekolah Dasar
Penggunaan alat peraga tiga dimensi untuk meningkatkan daya ingat siswa pada mata pelajaran IPA Selli Nopita Azhari; Ade Holis; Iis Komariah; Nurul Fatonah
Jurnal Kajian Pendidikan IPA Vol 2, No 2 (2022): Jurnal Kajian Pendidikan IPA
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jkpi.v2i2.1926

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keadaan siswa dalam mengikuti pembelajaran kurang maksimal karena kurang variatifnya guru dalam menggunakan media pembelajaran sehingga menurunnya daya ingat siswa alam mengikuti pembelajaran IPA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan alat peraga tiga dimensi dalam meningkatkan daya ingat siswa pada mata pelajaran IPA di kelas VI-A MI Al-Khoiriyyah I Karangpawitan Garut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif eksperimen Pre-Experiental Desain One Grup Pretest-Posttest. Penelitian ini mengadakan pretest dan posttest supaya hasil yang didapatkan lebih akurat. Berdasarkan  hasil penelitian didapatkan nilai rata-rata 83 pottest dan 42 pretest. Setelah diadakan uji t didapatkan nilai Thitung lebih besar dari Ttabel yaitu 45,33>2,70 berada di daerah penerimaan Ha. Uji N-Gain sebesar 0,71 dengan iterpretasi tinggi. Sehingga dapat disimpulkan penggunaan alat peraga tiga dimensi dapat meningkatkan daya ingat siswa pada mata pelajaran IPA.
Kemampuan Menyimak sebagai Pondasi Pengembangan Keterampilan Berbahasa Siswa Kelas Rendah pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Muhamad Irsad Ubaidillah; Masripah Masripah; Ade Holis
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2025 (1)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v5i1.1404

Abstract

Kemampuan menyimak merupakan keterampilan dasar yang bertindak sebagai pengembangan keterampilan berbahasa siswa. Namun, observasi di MI Arrohmaniah menunjukkan bahwa siswa kelas rendah memiliki kemampuan menyimak yang rendah, yang berdampak pada keterampilan berbahasa mereka secara keseluruhan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk 1. Menganalisis karakteristik serta faktor-faktor yang mempengaruhi keterampilan menyimak siswa. 2. Mengkaji hubungan antara keterampilan menyimak dan keterampilan berbahasa siswa. 3. Mengidentifikasi strategi yang efektif untuk mengembangkan keterampilan menyimak siswa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Analisis data dilakukan reduksi data untuk menyaring informasi yang relevan, penyajian data dalam bentuk narasi serta penarikan kesimpulan Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan kepala sekolah, guru, siswa, dan analisis dokumen pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya keterampilan menyimak disebabkan oleh kurangnya variasi metode pembelajaran, minimnya penggunaan media interaktif, serta kurangnya kebiasaan membaca dan mendengarkan cerita di lingkungan rumah. Untuk mengatasi masalah ini, disarankan penggunaan media berbasis audio-visual, penerapan metode pembelajaran interaktif, peningkatan peran guru sebagai fasilitator, serta kolaborasi dengan orang tua dalam membangun kebiasaan menyimak di rumah. Dengan penerapan strategi ini, diharapkan keterampilan menyimak siswa dapat meningkat secara signifikan, sehingga mendukung perkembangan keterampilan berbahasa mereka secara keseluruhan.
Penerapan Model Cooperative Learning Tipe Jigsaw Untuk Meningkatkan Kreativitas Siswa Pada Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) (Penelitian Kuantitatif Eksperimen di Kelas IV MIN 4 Garut) Yuli Halimatu Syadiah; Rudi Akmal; Ade Holis
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk analisis Penerapan Model Cooperative Learning Tipe Jigsaw Untuk Meningkatkan Kreativitas Siswa Pada Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain kuasi eksperimen. Sampel penelitian terdiri dari 28 siswa kelas IV A dan 28 siswa kelas IV B di MIN 4 Garut. Instrumen yang digunakan berupa tes kemampuan berpikir kreatif yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan menggunakan model STAD di kelas kontrol dan model Kooperatif tipe jigsaw di kelas eksperimen, serta lembar observasi kreatifitas siswa. Data dianalisis menggunakan uji-t dan perhitungan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan kreatifitas siswa setelah perlakuan (p < 0,05), dengan nilai effect size Cohen's d sebesar -1.158  yang termasuk kategori sangat tinggi. Selain itu, nilai N-Gain sebesar 82,94% menunjukkan efektivitas yang sangat tinggi dalam peningkatan kretaifitas siswa. Dengan demikian, model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw terbukti sangat efektif dalam meningkatkan kreatifitas siswa pada materi suku dan budaya di Indonesia dalam pembelajaran IPS.
Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dalam Mengembangkan Keterampilan Berpikir Kritis Peserta Didik Iman Nurhikmat; Asep Tutun Usman; Ade Holis
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini fenomena peserta didik disekolah menunjukkan bahwa ada kekhawatiran mengenai penurunan keterampilan berpikir kritis pada peserta didik. Sebagian besar peserta didik cenderung hanya mengikuti intruksi tanpa mengembangkan pemikiran mereka secara mendalam. Banyak diantara mereka yang belum mampu mengemukakan pendapat dan mengajukan pertanyaan. Kurikulum Merdeka hadir sebagai upaya untuk menjawab tantangan tersebut. Salah satu program pada kurikulum merdeka yaitu proyek penguatan profil pelajar pancasila (P5). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah proyek penguatan profil pelajar pancasila dapat mengembangkan keterampilan berpikir kritis peserta didik kelas IV di SDIT Atikah Musaddad Garut dan untuk mengetahui bagaimana implementasi, tahapan, metode yang digunakan, upaya guru dalam kegiatan P5, serta dampak P5  terhadap keterampilan berpikir kritis peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian ini meliputi kepala sekolah, guru kelas IV, dan peserta didik. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah pengamatan, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen utama adalah peneliti dengan menggunakan alat bantu berupa pedoman observasi dan wawancara. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan data dengan triangulasi sumber, teknik dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi proyek P5 di kelas IV terlaksana dengan cukup baik melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Upaya guru pada kegiatan P5 berjalan dengan baik, mulai dari perencanaan, mempersiapkan tim, membuat modul, membagi tugas sampai pada evaluasi. Memberikan dampak yang baik, mulai dari aktifnya dalam bertanya, menjawab pertanyaan, mengemukakan pendapat dan meningkatnya kemampuan dalam memberikan solusi dari persoalan dan permasalahan yang dihadapi