Lansia merupakan kelompok usia yang rentan mengalami berbagai penurunan fungsi fisik, psikologis, sosial maupun lingkungan yang berdampak pada kualitas hidup. Fenomena yang banyak ditemukan di masyarakat, khususnya pada lansia dengan hipertensi, masih banyak yang merasa kesepian, kurang mendapat perhatian keluarga, serta jarang diajak berobat sehingga mereka cenderung tidak patuh dalam menjalani pengobatan. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 138 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner dukungan keluarga dan kualitas hidup. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Dukungan keluarga sebagian besar berada pada kategori mendukung (88,4%), sedangkan kualitas hidup sebagian besar berada pada kategori buruk (88,4%). Hasil uji statistik diperoleh p-value = 0,000 (<0,05) yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup lansia. Lansia yang mendapat dukungan keluarga lebih cenderung memiliki kualitas hidup yang baik, khususnya pada lansia perempuan, usia 60–74 tahun, berstatus menikah, dan berpendidikan SMA. Bagi keluarga, diharapkan memberikan dukungan yang optimal, baik secara emosional, informasional, maupun instrumental agar lansia mampu meningkatkan kualitas hidupnya. Bagi Puskesmas, diharapkan dapat melakukan pemantauan rutin terhadap lansia yang tidak mendapatkan dukungan keluarga serta memberikan intervensi berupa konseling keluarga, edukasi kesehatan, dan pendampingan sosial
Copyrights © 2026