Jannatul Fauziah
Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kualitas Hidup Lansia pada Pasien Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Tigo Baleh Tahun 2025 Jannatul Fauziah; Wisnatul Izzati; Engla Rati Pratama
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lansia merupakan kelompok usia yang rentan mengalami berbagai penurunan fungsi fisik, psikologis, sosial maupun lingkungan yang berdampak pada kualitas hidup. Fenomena yang banyak ditemukan di masyarakat, khususnya pada lansia dengan hipertensi, masih banyak yang merasa kesepian, kurang mendapat perhatian keluarga, serta jarang diajak berobat sehingga mereka cenderung tidak patuh dalam menjalani pengobatan. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 138 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner dukungan keluarga dan kualitas hidup. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Dukungan keluarga sebagian besar berada pada kategori mendukung (88,4%), sedangkan kualitas hidup sebagian besar berada pada kategori buruk (88,4%). Hasil uji statistik diperoleh p-value = 0,000 (<0,05) yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup lansia. Lansia yang mendapat dukungan keluarga lebih cenderung memiliki kualitas hidup yang baik, khususnya pada lansia perempuan, usia 60–74 tahun, berstatus menikah, dan berpendidikan SMA. Bagi keluarga, diharapkan memberikan dukungan yang optimal, baik secara emosional, informasional, maupun instrumental agar lansia mampu meningkatkan kualitas hidupnya. Bagi Puskesmas, diharapkan dapat melakukan pemantauan rutin terhadap lansia yang tidak mendapatkan dukungan keluarga serta memberikan intervensi berupa konseling keluarga, edukasi kesehatan, dan pendampingan sosial