Ketersediaan bahan organik tanah semakin menurun karena semakin intensifnya pengelolaan, erosi, maupun terbatasnya input bahan organik di kebun kopi. Bahan organik memiliki peran yang penting untuk mendukung aktivitas fisik, kimia dan biologi tanah. Oleh karena itu, teknologi biopori berkompos mempunyai potensi yang sangat besar untuk memperbaiki kualitas tanah di kebun kopi. Teknologi ini diletakkan pada zona perakaran kopi yang terdiri dari dua bagian yaitu lapisan atas (0-30 cm) dan lapisan bawah (30-60 cm). Tujuan kegiatan ini adalah untuk mendesain dan menerapkan teknologi biopori berkompos di kebun kopi. Sistem biopori dibuat menggunakan PVC 5†dengan kedalaman biopori 30 cm dan 60 cm di sekitar pohon kopi produktif. Kompos yang telah matang dimasukkan ke dalam biopori dengan dosis kompos kotoran kambing 4,4 kg/pohon dan untuk kompos kulit kopi sebesar 10,4 kg/pohon. Setiap petak pengamatan terdiri atas 15 pohon kopi dewasa dan 10 biopori berkompos. Teknologi biopori berkompos ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas air tanah tersedia pada zona akar tanaman kopi, meningkatkan kandungan bahan organik tanah dan memperbaiki ketersediaan unsur hara dalam tanah.
Copyrights © 2020