Mayoritas petani Desa Pelat, Kecamatan Unter Iwes, Sumbawa, melakukan usahatani tanaman pangan di lahan kering. Kegiatan usahatani yang dilakukan secara turun temurun dihadapkan pada masalah penurunan produktivitas lahan, terutama di lahan pertanian tadah hujan berlereng. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra kelompok tani terkait teknologi konservasi tanah secara vegetatif dan mekanik. Kegiatan dilakukan pada kelompok tani Lemak-Ketabang II dan Buin Sumer sebanyak 112 orang selama bulan Desember 2019 dengan metode penyuluhan, dan pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa melalui penyuluhan dapat meningkatkan pengetahuan petani tentang budidaya padi organik, penetapan waktu tanam sesuai dengan ketersediaan lengas tanah, praktek konservasi tanah dan air di lahan kering berlereng, dan pembukuan akuntansi sederhana untuk usahatani. Keberhasilan pemberdayaan petani dalam kegiatan ini adalah petani dapat membuat pupuk organik secara mandiri untuk menyuburkan tanah dan mengendalikan gangguan hama dan penyakit yang menyerang tanamannya. Petani mengetahui dan menerapkan pengetahuan tentang peningkatan produksi tanaman melalui konservasi tanah dan air yang dilakukan dengan memanfaatkan hujan yang singkat, dan melakukan tindakan konservasi tanah vegetatif meliputi pengendalian erosi pada bidang olah atau lahan yang ditanami dengan tanaman utama, stabilisasi lereng dari bidang olah, penggunaan vegetasi untuk mengendalikan erosi dan aliran air permukaan pada lahan pertanian. Petani sudah dapat melakukan pembukuan akutansi sederhana dalam usahataninya, sehingga memudahkan petani dalam perencanaan dan pengelolaan modal usahanya.
Copyrights © 2020