Claim Missing Document
Check
Articles

Assistance for Healthy Cultivation of Chili Plants on Sub-Optimal Land in Facing the Impact of Climate Change in Sumbawa Regency: Pendampingan Budidaya Sehat Tanaman Cabai Pada Lahan Sub Optimal Menghadapi Dampak Perubahan Iklim Di Kabupaten Sumbawa Ayu, Ieke Wulan; Suhada, Ikhlas; Kusumawardani, Wening; Oklima, Ade Maryam; Novantara, Yhosa; Soemarno, S.
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.104 KB) | DOI: 10.35877/454RI.mattawang181

Abstract

Environmental stress is a major challenge in sustainable food production, because it can reduce crop productivity, specifically chilies on sub-optimal land. The use of liquid organic fertilizers containing complete macro and micro nutrients is highly needed, so that plants thrive and are healthy and are more resistant to pathogens. This activity aimed to improve the knowledge and skills of farmer group partners about healthy plant cultivation technology on sub-optimal land. Assistance activities were carried out for the Hasrat Indah farmer group in Kerato Village, Unter Iwes District, Sumbawa Regency, during July 2020 by using extension and training methods. The results of the activity indicated that this assistance activity can improve the farmers’ knowledge about healthy cultivation of chilies, and the application of fertilizers at the right time by using liquid organic fertilizers. The successes achieved in the process of empowering farmers in this activity included increasing farmers’ knowledge of soil health, healthy cultivation of chilies, and the application of using liquid organic fertilizers. Abstrak Cekaman lingkungan merupakan tantangan utama dalam produksi pangan berkelanjutan, karena dapat mengurangi produktivitas tanaman, terutama pada tanaman cabe di lahan sub optimal. Penggunaan pupuk organik cair yang mengandung zat hara makro dan mikro lengkap sangat diperlukan agar tanaman tumbuh subur dan sehat serta lebih tahan terhadap patogen. Tujuan kegiatan adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra kelompok tani terkait teknologi budidaya tanaman sehat di lahan sub optimal. Kegiatan pendampingan dilakukan pada kelompok tani Hasrat Indah di Desa Kerato Kecamatan Unter Iwes Kabupaten Sumbawa, selama bulan Juli 2020 dengan metode penyuluhan, dan pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa melalui pendampingan dapat meningkatkan pengetahuan petani tentang budidaya sehat pada tanaman cabe, aplikasi pupuk pada waktu yang tepat dengan menggunakan pupuk organik cair. Keberhasilan pemberdayaan petani dalam kegiatan ini adalah petani mengetahui tentang kesehatan tanah, budidaya sehat tanaman cabe, dan aplikasi penggunaan pupuk organik cair.
Identification Of Problems And Models Of Coastal Area Management Labuhan Village Sumbawa, District Labuhan Badas, Sumbawa Ayu, Ieke Wulan; Usman, Usman; Edrial, Edrial; Soemarno, Soemarno
Journal of Aquaculture Science Vol 6, No 1IS (2021): Vol 6 Issue Spesial 2021 Journal of Aquaculture Science
Publisher : Airlangga University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31093/joas.v6i1IS.160

Abstract

The coastal area of Labuhan Sumbawa Village has strategic value for economic development and improving people's welfare, but is very vulnerable to damage due to the use of multifunctional space, so that coastal management is urgently needed that focuses on regional characteristics, by placing three pillars of sustainable development, namely ecology, economy, and social. This study aims to identify problems and models of coastal area management in Labuhan Sumbawa Village, Labuhan Badas District, Sumbawa. The research method used is descriptive research method. Data was collected by means of observation and semi-structured interviews. Accidental sampling technique and qualitative data analysis. The results showed that in the coastal area of the research location, identified: (1) Physical damage to the environment, including: a) Damage to ecosystems (ecosystems, coral reefs, seagrass beds, and beaches); b) Damage to fish resources; c) Pollution; d) Abrasion, sedimentation, and siltation; and d) Natural disasters (floods); (2) Socio-economic problems, including: a) The problem of poverty and the low level of education of the population; b) Limited funds in development; and c) Lack of understanding of the value of coastal area resources; (3) Institutional problems, including: a) The problem of conflict of authority, which can occur due to sectoral development; b) The problem of legal uncertainty. The coastal area management models that can be applied are: (1) traditional management; (2) community-based coastal area resource management; (3) Co-management, and; (4) Ecosystem Based Fisheries Management (EBFM). The conclusion of the study is that damage to coastal areas will have an impact on ecological, economic, and social conditions so that multi-stakeholder involvement is very important in sustainable coastal area management.Keywords: Ecology, economy, social, coastal, model
Assistance for Healthy Cultivation of Chili Plants on Sub-Optimal Land in Facing the Impact of Climate Change in Sumbawa Regency: Pendampingan Budidaya Sehat Tanaman Cabai Pada Lahan Sub Optimal Menghadapi Dampak Perubahan Iklim Di Kabupaten Sumbawa Ieke Wulan Ayu; Ikhlas Suhada; Wening Kusumawardani; Ade Maryam Oklima; Yhosa Novantara; S. Soemarno
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.104 KB) | DOI: 10.35877/454RI.mattawang181

Abstract

Environmental stress is a major challenge in sustainable food production, because it can reduce crop productivity, specifically chilies on sub-optimal land. The use of liquid organic fertilizers containing complete macro and micro nutrients is highly needed, so that plants thrive and are healthy and are more resistant to pathogens. This activity aimed to improve the knowledge and skills of farmer group partners about healthy plant cultivation technology on sub-optimal land. Assistance activities were carried out for the Hasrat Indah farmer group in Kerato Village, Unter Iwes District, Sumbawa Regency, during July 2020 by using extension and training methods. The results of the activity indicated that this assistance activity can improve the farmers’ knowledge about healthy cultivation of chilies, and the application of fertilizers at the right time by using liquid organic fertilizers. The successes achieved in the process of empowering farmers in this activity included increasing farmers’ knowledge of soil health, healthy cultivation of chilies, and the application of using liquid organic fertilizers. Abstrak Cekaman lingkungan merupakan tantangan utama dalam produksi pangan berkelanjutan, karena dapat mengurangi produktivitas tanaman, terutama pada tanaman cabe di lahan sub optimal. Penggunaan pupuk organik cair yang mengandung zat hara makro dan mikro lengkap sangat diperlukan agar tanaman tumbuh subur dan sehat serta lebih tahan terhadap patogen. Tujuan kegiatan adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra kelompok tani terkait teknologi budidaya tanaman sehat di lahan sub optimal. Kegiatan pendampingan dilakukan pada kelompok tani Hasrat Indah di Desa Kerato Kecamatan Unter Iwes Kabupaten Sumbawa, selama bulan Juli 2020 dengan metode penyuluhan, dan pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa melalui pendampingan dapat meningkatkan pengetahuan petani tentang budidaya sehat pada tanaman cabe, aplikasi pupuk pada waktu yang tepat dengan menggunakan pupuk organik cair. Keberhasilan pemberdayaan petani dalam kegiatan ini adalah petani mengetahui tentang kesehatan tanah, budidaya sehat tanaman cabe, dan aplikasi penggunaan pupuk organik cair.
EVALUASI KETERSEDIAAN AIR TANAH LAHAN KERING DI KECAMATAN UNTER IWES, SUMBAWA BESAR Ieke Wulan Ayu; Sugeng Prijono; Soemarno Soemarno
Indonesian Journal of Environment and Sustainable Development Vol 4, No 1 (2013)
Publisher : Graduate Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (835.186 KB)

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui ketersediaan lengas tanah di lahan kering di wilayah Kecamatan Unter Iwes. Metode yang digunakan dalam perhitungan neraca air adalah Thornthwaite and Mather. Model Penman Monteith untuk perhitungan evapotranspirasi dan tingkat ketersediaan air tanah diperoleh dengan menganalisa data kandungan air tanah (KAT) terhadap nilai kapasitas lapang (KL) dan titik layu permanen (TLP) di lahan kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan lengas tanah di wilayah Kecamatan Unter Iwes tertinggi pada bulan Oktober dan terendah pada bulan Agustus. Bulan defisit dan bulan surplus. Surplus air hujan terjadi pada bulan Oktober sampai Maret, dan defisit terjadi pada bulan April sampai September. Kata Kunci: Model Penman Monteith, neraca air, lengas tanah
Identification Of Problems And Models Of Coastal Area Management Labuhan Village Sumbawa, District Labuhan Badas, Sumbawa Ieke Wulan Ayu; Usman Usman; Edrial Edrial; Soemarno Soemarno
Journal of Aquaculture Science Vol 6 No 1IS (2021): Vol 6 Issue Spesial 2021 Journal of Aquaculture Science
Publisher : Airlangga University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31093/joas.v6i1IS.160

Abstract

The coastal area of Labuhan Sumbawa Village has strategic value for economic development and improving people's welfare, but is very vulnerable to damage due to the use of multifunctional space, so that coastal management is urgently needed that focuses on regional characteristics, by placing three pillars of sustainable development, namely ecology, economy, and social. This study aims to identify problems and models of coastal area management in Labuhan Sumbawa Village, Labuhan Badas District, Sumbawa. The research method used is descriptive research method. Data was collected by means of observation and semi-structured interviews. Accidental sampling technique and qualitative data analysis. The results showed that in the coastal area of the research location, identified: (1) Physical damage to the environment, including: a) Damage to ecosystems (ecosystems, coral reefs, seagrass beds, and beaches); b) Damage to fish resources; c) Pollution; d) Abrasion, sedimentation, and siltation; and d) Natural disasters (floods); (2) Socio-economic problems, including: a) The problem of poverty and the low level of education of the population; b) Limited funds in development; and c) Lack of understanding of the value of coastal area resources; (3) Institutional problems, including: a) The problem of conflict of authority, which can occur due to sectoral development; b) The problem of legal uncertainty. The coastal area management models that can be applied are: (1) traditional management; (2) community-based coastal area resource management; (3) Co-management, and; (4) Ecosystem Based Fisheries Management (EBFM). The conclusion of the study is that damage to coastal areas will have an impact on ecological, economic, and social conditions so that multi-stakeholder involvement is very important in sustainable coastal area management.Keywords: Ecology, economy, social, coastal, model
Knowledge and Adaptation of Vegetable Farmers in Kerato Village, Unter Iwes District, Sumbawa in Facing the Phenomenon of Climate Change Ieke Wulan Ayu; Ikhlas Suhada; Soemarno
Nusantara Science and Technology Proceedings Seminar Nasional Magister Agroteknologi Fakultas Pertanian UPN “Veteran” Jawa Timur
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/nstp.2020.0608

Abstract

The El Nino phenomenon due to the impact of climate change causes extreme drought and drought, resulting in damage and crop failure. Adaptive action and knowledge can prevent farmers from the impacts of climate change. The research objective was to determine the knowledge and adaptation of vegetable farmers in Kerato Village to climate change and the factors that affect farmers in adapting to climate change. The research was conducted in Kerato Village, Unter Iwes District, Sumbawa Regency, from April to July 2020, using qualitative methods. Data collected through structured interviews, focus group discussions (FGD) and observations. The results show that the knowledge of climate change which is owned by vegetable farmers in Kerato Village is still low. The adaptation made by vegetable farmers in Kerato Village to climate change, namely by shifting planting times, changing cropping patterns, changing irrigation and drainage techniques, changing soil cultivation techniques and changing pest control techniques. The conclusions of the research are: (1) All vegetable farmers in Kerato Village are aware of climate change, including: shifting seasons, low rainfall, and increasing temperature; (2) The pattern of adaptation carried out by Kerato Village vegetable farmers, includes: shifting planting time, changing cropping patterns, changing irrigation and drainage techniques, changing soil processing techniques and changing pest control techniques; (3) Factors that influence farmers' decision factors in adapting to their farming experience, level of education, skill ownership, participation in farmer groups and access to agricultural information. The research implications are: (1) The availability of information regarding the adaptation and knowledge of vegetable farmers to climate change; (2) Providing information on the adaptation capacity of vegetable farmers to climate change, which can be used as material for recommendations by policy makers on climate change adaptation and mitigation.
Strategi Pengembangan Komoditas Lokal untuk Penerapan One Village One Product (OVOP) di Kabupaten Sumbawa Ieke Wulan Ayu; Siti Nurwahidah; Yadi Hartono
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2021.005.02.03

Abstract

Pengembangan wilayah dengan pendekatan OVOP dapat memotivasi pembangunan pedesaan melalui gerakan masyarakat, dengan memanfaatkan potensi keunggulan lokal sebagai penggerak utama, dalam pengembangan ekonomi lokal dengan tujuan mengurangi tingkat kemiskinan. Tujuan penelitian adalah untuk mendiskripsikan performa desa yang diusulkan sebagai penerapan OVOP di Kabupaten Sumbawa. Penelitian dilaksanakan di Desa Labangka, Desa Batu Dulang, Desa Pelat, Desa Jotang, Desa Labuhan Jambu, Desa Luar, Desa Juru Mapin, Desa Moyo dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi (field Obsevation), survei (Field Survey), wawancara (Interview Method), dan kuisioner. Analisis data yang digunakan dalam penelitian yaitu analisis SWOT. Hasil penelitian desa yang layak sebagai target untuk penerapan OVOP di Kabupaten Sumbawa adalah  Serading (Padi), Labangka (Jagung), Kukin (Sapi), Labuhan Sengoro (Rumput laut), Tepal (Kopi). Strategi pengembangan yaitu meningkatkan kualitas produk, mengembangkan daya saing produk hasil seleksi menggunakan kearifan lokal dan keterampilan secara terarah dan terintegrasi untuk pasar domestik dan global dengan promosi, adanya komitmen pemerintah lokal untuk pembinaan, dan penguatan kelembagaan.
Evaluasi Pelaksanaan Distribusi Subsidi Pupuk Di Kabupaten Sumbawa, Propinsi NTB Ieke Wulan Ayu; Sri Rahayu; Usman Usman; Nila Wijayanti
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 6, No 4 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2022.006.04.32

Abstract

Pemberian subsidi pupuk oleh pemerintah bertujuan untuk meningkatkan produktivitas hasil dan pendapatan petani serta lingkungan yang berkelanjutan. Tujuan penelitian adalah untuk mengevaluasi kegiatan distribusi pupuk bersubsidi. Penelitian dilaksanakan dari bulan Juli sampai dengan bulan September 2021 di Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa Propinsi Nusa Tenggara Barat, menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Responden penelitian terdiri dari petani penerima pupuk subsidi, pengecer pupuk bersubsidi, distributor pupuk bersubsidi,  petugas pertanian lapangan yang terkait secara langsung dalam mengangani distribusi pupuk bersubsidi. Teknik pengumpulan data menggunakan cara observasi, wawancara, observasi dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan distribusi pupuk bersubsidi di Kecamatan Plampang Kabupaten Sumbawa terkait enam tepat (jenis, harga, jumlah,tempat, waktu, dan mutu) memerlukan penyempurnaan, agar kebijakan subsidi pupuk ini memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi petani.
APLIKASI TAKARAN GUANO BURUNG WALET DAN PUPUK ORGANIK CAIR BERBAHAN BATUAN VULKANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN WIJEN (SESAMUM INDICUM L.) DI LAHAN KERING Ainun Mutmainna; Ikhlas Suhada; Ieke Wulan Ayu
Jurnal Agroteknologi Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Agroteknologi
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.648 KB)

Abstract

Tujuan penelitian untuk megetahuai pengaruh takaran guano burung walet dan pupuk organik cair berbahan batuan vulkanik terhadap tanaman wijen (Sesamum indicum. L) dilahan kering. Penelitian ini telah dilaksanakan dilahan kering Desa Moyo Mekar Kecamatan Moyo Hilir Kabupaten Sumbawa Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), dari bulan Maret Sampai Juni 2020. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor yaitu Penggunaan pupuk organik cair berbahan batuan vulkanik (S) dan guano burung walet (W) dan masing-masing perlakuan diulang 3 kali. Faktor pupuk organik cair berbahan batuan vulkanik terdiri dari 2 taraf, yaitu : S1= 5 liter/ ha S2 = 6 liter/ ha dan faktor guano burung walet terdiri dari 3 taraf yaitu W0 = tanpa guano burung walet W1= 10 ton/ ha dan W2 = 15 ton/ha. Hasil analisis menunjukan perlakuan tunggal takaran Guano burung walet berbeda nyata pada parameter jumlah polong pertanaman, jumlah biji per polong, berat polong per petak dan berat biji per petak dan perlakuan tunggal pupuk organik cair berbahan batuan vulkanik berbeda nyata pada parameter jumlah biji perpolong. Faktor kombinasi maupun faktor tunggal takaran guano burung walet dan pupuk organik cair berbahan batuan vulkanik di lahan kering tidak memberikan berbeda nyata pada semua parameter pertumbuhan(Tinggi tanaman, jumlah daun, dan jumlah cabang).
ANALISIS TANAH UNTUK INDIKATOR TINGKAT KETERSEDIAAN LENGAS TANAH DI LAHAN KERING KECAMATAN EMPANG Dewi Mutmainnah; Ieke Wulan Ayu; Ade Mariyam Oklima
Jurnal Agroteknologi Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Agroteknologi
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.937 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik tanah akibat perubahan pola penggunaan lahan menjadi ladang jagung monokultur.Penelitian dilakukan di Desa Jotang dan Desa Ongko Kecamatan Empang selama bulan Maret-Mei 2020.Metode penelitian pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara semi struktur terhadap informan kunci, data primer dan sekunder. Pengamatan dilakukan berdasarkan pada satuan peta jenis tanah Kecamatan Empang, dan luas Desa Ongo dan Jotang serta pengambilan sampel tanah dilakukan dengan carapurposive sampling dan penentuan titik sampel dilakukan secara acak, dengan penentuan daerah kunci. Jarak antar titik pengamatan satu dengan titik pengamatan lainnya disesuaikan dengan kondisi wilayah survei.Contoh tanah diambil dari 2 macam keadaan penutupan lahan yakni, tegalan dan ladang.Setiap jenis penutupan diambil berdasarkan horizon minipit sehingga diperoleh 7 contoh tanah untuk dianalisis dilaboratorium. Analisis tanah mencakup sifat fisik tanah yaitu, Tekstur, Struktur, Berat Isi (BI), Berat Jenis (BJ), Permeabilitas dan Lengas tersedia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik fisika tanah dari penggunaan lahan tegalan (JO 1 dan ONG 1) dan penggunaan lahan ladang (JO 2 dan ONG 2) memiliki kelas tekstur tanah lempung berliat dan lempung berpasir, struktur tanah berbentuk gumpal bersudut, gumpal membulat dan granular, berat isi tanah tergolong tinggi (1,53-1,69 g.cm3), berat jenis tergolong tinggi dengan kandungan mineral mika (2,05-2,20 g.cm3), permeabilitas sangat lambat sampai lambat (0,10-1,63 in/hr), dan lengas tersedia tergolong rendah (1,48-1,80 in/ft).
Co-Authors Abdul Rahim Achmad Fariz Ade Mariyam Oklima Ade Mariyam Oklima Ade Mariyam Oklima Ade Maryam Oklima ahmad yani Aifan Budiana Ainun Mutmainna Akhmad Sukri Alfian Alfian Andi Wilardi Andika, Rifal Angelia, Mariana Angkasa, Muhammad Aries Zuhri Apriliani, Rizka Ariani, Ismi Khairunnissa Asmini Asmini ASTUTI, LAILY WIDYA Basransyah Chandra S. Rahendaputri Cut Keumala Banaget Darmanto Darmanto Daro, Yasinta Aloysia Dedik Budianta Delinda Sepnizali Dewi Lestari, Nina Dewi Mutmainnah Dian Safitri Diaz Oktaviani, Nina Didin Najimuddin Dimeng, Wirawan Dwi Mardhia Dwi Mardhia Edrial Edrial Eri Ardana Erlangga, Haqqy Rerian Erna Dewi . Farida Ariany Farilya, Mita Fidya Widi Aprila Habib, Raihan Hadi Gunawan Sakti Hendra Irawan Heru Tugas Siswanto Hidayat, Ade Ockgira Husni Thamrin Sebayang Husni Thamrin Sebayang Ifadah, Nisfi Fari’atul Ika Nurani Dewi Ikhlas Suhada Ikhlas Suhada Ikhlas Suhada Ikhlas Suhada Imam Wahyudi Indrawan, Imam Wahyudi Indradewa, Rhian Irfansyah, Ae Irhas Irhas, Irhas Irvan Irvan Irwan Irwan Ismiyati, Sri Israjunna Israjunna Jamelela Fathus Zikra, Datu Joni Saputra Junior, Adrian Kartini, Ayu Kurniawan Sigit Wicaksono, Kurniawan Sigit Kusnayadi, Heri Kusumawardani, Wening Lestari, Nina Dwi M. Ridwan Mahdalena Mahdalena Mariyam Oklima, Ade Muhammad Rajab Muhammad Wildan Muhlis Muhlis Mulyaningrum, Retno Mutahir, Agus Najimuddin, Didin Nanang Tawaf Neri Kautsari Niati, Wardah Nikmah, Nadratun Nila Wijayanti Nina Dwi Lestari Nina Dwi Lestari Ningsih, Arya Nining Sudiyarti Noor Hayati, Rina Novantara, Reyga Yhosa Novantara, Yhosa Nurwijayanti Oklima, Ade Maryam Oktaria, Oktaria Duwi Pratiwi Prihantari, Endah Yuniati Putra, Agung Alwan Putri, Nadya Misdiana R Rohaniatun Rafiq, Abdul Rahmi Hidayah, Rahmi Ramadhani, Fikri Ramdani, Aan Ramdhani, Iman Syahfitra Riyono, Eko Rizka, Muhammad Arief Rosihan, Farhan Rasya Rudi Masniadi S Samsuddin S Sudirman S. Soemarno Sajawagus, Aldo Sakti, Muhammad Anugerah Puji Sangkuriang, Kaisar Sapriadi, Sapriadi Siswanto, Heru Tugas Siti Mechram Siti Nurwahidah Siti Nurwahidah, Siti siti rabiatul fajri, siti rabiatul Soemarno Soemarno Soemarno Soemarno Soemarno Soemarno Soemarno Soemarno Soemarno Soemarno, S. Sri Hartini Sri Nurhidayati Sri Nurhidayati, Sri SRI RAHAYU Sri Rahayu Sudiyarti, Nining Sugeng Prijono Sugeng Prijono Sugeng Prijono Suhada, Ikhlas Sumarni, Dewi Supratman Supratman, Supratman Suprianto Suprianto Suriani Suriani Suryadi Suryadi Suwondo, Totok Ari Syafruddin Syafruddin Syafruddin Syafruddin Syaifuddin Iskandar Syaifuddin Iskandar Syaifuddin Iskandar, Syaifuddin Syarif Fitriyanto Tawaf, Nanang Usman Usman Usman Usman Utami, Sefti Utami, Seftiani Veithzal Rivai Zainal Wahyuningsih Wahyuningsih Walufi Elsani Wardah Niati Wardani, Wening Kusuma Warsito Wartiningsih, Alia Widiarta, I Made Wijayanti, Nila Yadi Hartono Yadi Hartono Yadi Hartono Yhosa Novantara Yulia Nuraini Yuliana, Nila Z Zulkarnaen