Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

The The Distribution Chain of Sumbawa Forest Honey in Sumbawa Regency West Nusa Tenggara Nila Wijayanti; Yadi Hartono; Alia Wartiningsih; Siti Nurwahidah
Musamus Journal of Agribusiness Vol 4 No 2 (2022): Musamus Journal of Agribusiness
Publisher : Musamus University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mujagri.v4i2.4357

Abstract

This distribution chain of Sumbawa forest honey has several problems such as the long-distance of the forest from settlements, the fluctuated price of forest honey, which is depended on the quality and the distance to get the honey. The next problem is the high shipping cost to customers, and the packaging must be hygienic and safe. Sumbawa forest honey delivery to consumers must be in good. The purpose of this study is to analyze the marketing chain of Sumbawa forest honey in Sumbawa District, West Nusa Tenggara Indonesia. The method of determining location is done by purposive sampling, considering Sumbawa district is the center of Sumbawa forest honey. Respondent's sample determination was done by snowball sampling. The study was conducted by surveying the field by using a questionnaire with relevant institutions and carrying out documentation. The results showed that there were three types of distribution channels from Sumbawa forest honey. The first distribution channel is the honey hunter – the consumer. The second distribution channel is the honey hunter–honey enterprises-consumer. The third distribution chain is the honey hunter–honey enterprises–supermarket –the consumer. The price of honey received by consumers is not the same, depending on the length of the marketing chain. The marketing margin of the first distribution channel was Rp. 0,00. The second distribution were Rp. 60,000.00 and the third distribution were Rp. 50,000.00.Keywords: marketing, distribution chain, Sumbawa forest honey
PELATIHAN PENGOLAHAN SAMPAH SKALA RUMAH TANGGA DI DESA PENYARING Dwi Mardhia; Alia Wartiningsih
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2018): Februari
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.539 KB) | DOI: 10.29303/jppm.v1i1.492

Abstract

Desa Penyaring merupakan desa tempat lokasi berdirinya bank Bank Sampah Samawa (BSS). Sebagai usaha yang baru berdiri, BSS memiliki beberapa permasalahan yaitu keberadaan BSS belum dikenal oleh masyarakat luas, jumlah nasabah masih sedikit dan BSS belum mampu menjangkau masyarakat akibat terkendala sarana transportasi pengangkutan sampah dan masih kurangnya tenaga kerja. Nasabah di BSS baru terdiri atas kelompok-kelompok siswa sekolah, sedangkan untuk nasabah dari kalangan masyarakat belum ada, padahal masyarakat adalah penghasil sampah dan target utama nasabah bank sampah. Masyarakat desa Penyaring sebagai masyarakat yang bermukim di sekitar lokasi BSS merupakan masyarakat potensial yang dapat dilatih dan didampingi dalam mengolah sampah rumah tangga bernilai ekonomis, mengingat masyarakat di desa tersebut belum terlayani pengangkutan sampah oleh BPM-LH, pengetahuannya tentang pengolahan sampah masih minim, secara keseluruhan masih menerapkan pola “buang dan bakar” dalam pengolahan sampah, serta belum memahami tentang pengolahan sampah skala rumah tangga. Tujuan dari kegiatan ini adalah melatih dan mendampingi 30 orang ibu rumah tangga desa Penyaring dalam memilah sampah dan mengubah sampah dapur menjadi kompos dengan metode takakura. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah penyuluhan, pelatihan dan pendampingan pengolahan sampah skala rumah tangga. Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan mulai Bulan Maret hingga November 2017. Hasil yang diperoleh menunjukkan masyarakat memahami dan terampil dalam mengolah sampah skala rumha tangga, keberadaan BSS mulai dikenal oleh masyarakat dan terjadi peningkatan jumlah nasabah BSS.
Kinerja Kelompok Tani dalam Peningkatan Produksi Jagung (Zea mays L.) di Lahan Kering, Desa Labuhan Sangoro Kecamatan Maronge Kabupaten Sumbawa Nurwahidah, Siti; Wijayanti, Nila; Wartiningsih, Alia; Hartono, Yadi; Wahyuni, Sri
AGRIFITIA : Journal of Agribusiness Plantation Vol. 3 No. 2 (2023): SEPTEMBER
Publisher : Program Studi Agribisnis INSTIPER Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55180/aft.v3i2.732

Abstract

This research aims to analyze the performance of farmer groups in increasing corn production in dry land, Labuhan Sangoro Village, Maronge District, Sumbawa Regency. The farmer groups sampled were 6 farmer groups from corn farmer groups in dry land which were determined using purposive sampling, data analysis techniques using a Likert scale with five indicators. The research results show that as many as 3 indicators perform well, namely indicators (1) planning activities, (2) carrying out activities and complying with agreements with other parties, and (3) application of technology and use of information; Meanwhile, 2 indicators performed quite well, namely indicators: (1) capital fertilization and (2) institutional relations between farmer groups and gapoktan. Overall, the performance of farmer groups in Sangoro Village, Maronge District, performed well with an average score of 2.88.
The Saluran Distribusi Madu Hutan Sumbawa di Kabupaten Sumbawa Provinsi Nusa Tenggara Barat Wijayanti, Nila; Hartono, Yadi; Wartiningsih, Alia; Nurwahidah, Siti
MuJAgri: Musamus Journal of Agribusiness Vol 4 No 2 (2022): MuJAgri: Musamus Journal of Agribusiness
Publisher : Musamus University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mujagri.v4i2.4357

Abstract

This distribution chain of Sumbawa forest honey has several problems such as the long-distance of the forest from settlements, the fluctuated price of forest honey, which is depended on the quality and the distance to get the honey. The next problem is the high shipping cost to customers, and the packaging must be hygienic and safe. Sumbawa forest honey delivery to consumers must be in good. The purpose of this study is to analyze the marketing chain of Sumbawa forest honey in Sumbawa District, West Nusa Tenggara Indonesia. The method of determining location is done by purposive sampling, considering Sumbawa district is the center of Sumbawa forest honey. Respondent's sample determination was done by snowball sampling. The study was conducted by surveying the field by using a questionnaire with relevant institutions and carrying out documentation. The results showed that there were three types of distribution channels from Sumbawa forest honey. The first distribution channel is the honey hunter – the consumer. The second distribution channel is the honey hunter–honey enterprises-consumer. The third distribution chain is the honey hunter–honey enterprises–supermarket –the consumer. The price of honey received by consumers is not the same, depending on the length of the marketing chain. The marketing margin of the first distribution channel was Rp. 0,00. The second distribution were Rp. 60,000.00 and the third distribution were Rp. 50,000.00. Keywords: marketing, distribution chain, Sumbawa forest honey
Bauran Pemasaran Tempe UD. Tiga Putra Arema di Kabupten Sumbawa Nusa Tenggara Barat Wijayanti, Nila; Angkasa, Aries Zuhri; Nurwahidah, Siti; Wartiningsih, Alia; Fadhila, Mar
MuJAgri: Musamus Journal of Agribusiness Vol 6 No 2 (2023): MuJAgri: Musamus Journal of Agribusiness
Publisher : Musamus University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mujagri.v6i2.5684

Abstract

Tempe is a traditional Indonesian food that is similar to that of the people of Sumbawa Regency. Trading business Tiga Putra Arema is one of the Tempe producers in Sumbawa Regency. The Tempe business requires an effort in marketing. The 4P marketing mix is a business strategy prioritized for product, price, location, and promotion. The purpose of this study is to describe the marketing mix of the trading business of Tiga Putra Arema Tempe in Sumbawa Regency. This research was conducted in May–July 2023. The number of samples in this research was 30 respondents. Data analysis uses descriptive analysis. The final results were obtained from the Likert scale and then entered into the weighted mean score formula. The most important aspect of marketing mix Tempe indicated that price was the component that had a high weighted mean score, namely 4.25 (very good), product with an average score of 4.21 (very good), location with an average score of 4.13 (good), and promotion with an average score of 3.83 (good).
ANALISIS KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA DI KABUPATEN SUMBAWA Hidayah, Rahmi; Ayu, Ieke Wulan; Wijayanti, Nila; Wartiningsih, Alia
Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jrktl.v7i1.1618

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk ketahanan pangan rumah tangga di KabupatenSumbawa berdasarkan data Sekolah Nasional Sensus 2019-2023. Penelitiandilaksanakan di Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sumbawa dari bulan januarisampai bulan desember tahun 2023 menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatifuntuk mengevaluasi ketersediaan dan kualitas pangan berdasarkan AngkaKecukupan Energi (AKE), Angka Kecukupan Protein (AKP), dan Skor PolaPangan Harapan (PPH). Hasil menunjukkan bahwa secara kuantitas, kecukupanenergi dan protein pada rumah tangga di Kabupaten Sumbawa tergolong baik,melebihi standar minimal yang ditetapkan. Namun, dari segi kualitas, polakonsumsi pangan masih perlu peningkatan untuk mencapai keseimbangan giziyang optimal. Hasil penelitian menunjukkan pentingnya diversifikasi pangan danstrategi kebijakan yang lebih terfokus untuk meningkatkan akses pangan yangseimbang dan berkualitas bagi masyarakat di daerah ini.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi Semangka di Kecamatan Lape, Kabupaten Sumbawa Sulastri, Endang; Wijayanti, Nila; ZA, M. Aries; Wartiningsih, Alia; Hartono, Yadi
MuJAgri: Musamus Journal of Agribusiness Vol 7 No 2 (2024): MuJAgri: Musamus Journal of Agribusiness
Publisher : Musamus University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mujagri.v7i2.6395

Abstract

This research aims to analyze the influence of independent variables, namely land area, seeds, labor, fertilizer, and pesticides, on watermelon production in Labuhan Kuris Village, Lape District. Additionally, the study tests the coefficient of determination to assess how much these variables influence watermelon production. The method used is purposive sampling, involving 30 watermelon farmers as respondents. Data collection techniques include observation, interviews, questionnaires, and documentation. The analysis was conducted using multiple regression. The results show that, partially, only the land area variable has a significant effect on watermelon production, while seeds, labor, fertilizer, and pesticides do not have a significant impact. However, simultaneously, all five independent variables significantly influence watermelon production. These findings indicate that land area is the primary factor in increasing watermelon production in the region.
SOSIALISASI PENCEGAHAN KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DAN ANAK Wartiningsih, Alia; Herianti, Yeyen; Cahyana, Cucu; Nurwahidah, Siti; Rahayu, Sindy
Jurnal Pengembangan Masyarakat Lokal Vol. 7 No. 2 (2024): Jurnal Pengembangan Masyarakat Lokal
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jpml.v7i2.1847

Abstract

Kekerasan terhadap perempuan dan anak adalah masalah besar yang berdampak pada kesehatan seseorang dan masyarakat secara keseluruhan, maka dalam kegiatan pengabdian ini dilakukan sosialisasi yang dilakukan oleh beberapa pakar yaitu Kapolres Sumbawa yang diwakili oleh Kanit PPA Sat Reskrim Polres Sumbawa, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Anak DP3AKB Kabupaten Sumbawa, dan Akademisi Hukum yaitu Dosen Fakultas Hukum dari Universitas Samawa . Tujuan kegiatan pengabdian ini yaitu untuk meningkatakan kesadaran masyarakat terhadap kekerasan, memberdayakan korban, mengurangi stigma, Mendukung kebijakan perlidungan, dan mendorong partisipasi komunitas dalam pencegahan. Kegiatan sosialisasi pencegahan kekerasan ini dilakukan di desa Rhee, Kecamatan Rhee. Bertempat di Aula Kantor desa Rhee pada Sabtu 26 Agustus 2024. Metode yang digunakan dalam kegiatan yaitu ceramah dengan ibu PKK, karang taruna, tokoh masyarakat, dan siswa-siswi Sekolah Dasar. Kegiatan ini merupakan salah satu agenda pada Program Desa bebas dari kriminalitas yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKLkelompok 19 Universitas Samawa Angkatan XXVI yang berada di Desa Rhee. Hasil kegiatan yaitu peserta memiliki pemahaman tentang pentingnya pencegahan terhadap kekerasan perempuan dan anak. Kegiatan menunjukkan peserta memiliki antusias dalam mencegah kekerasan yang terjadi dilingkungan keluarga dan massyarakat.