ABSTRAKDesa Bambang Kecamatan Wajak merupakan salah satu wilayah di Jawa Timur yang sedang dikembangkan untuk budidaya kopi. Hasil pengamatan di lapangan menunjukkan tanah pada lahan Kopi Desa Bambang memiliki karakteristik tanah berpasir dengan struktur tanahnya lemah dan mudah meloloskan air, sehingga rawan terhadap limpasan permukaan dan erosi tanah. Adapun pergerakan air di dalam tanah yang diukur dalam kondisi jenuh disebut sebagai konduktivitas hidrolik jenuh (KHJ) tanah. KHJ tanah dipengaruhi oleh sifat tanah seperti kapasitas air tersedia (KAT), porositas tanah dan kandungan bahan organik tanah (BOT). Penelitian rumah kaca menggunakan metode inkubasi tanah dan rancangan acak lengkap faktorial (RAL-F). Faktor yang digunakan terdiri dari: kedalaman pengambilan contoh tanah (0 -30 cm dan 30 -60 cm); dosis penambahan kompos ( 0 Mg.ha-1 , 10 Mg.ha-1; dan 20 Mg.ha-1). Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali dan diperoleh 30 unit percobaan. Peubah yang diamati adalah KHJ, KAT, Porositas tanah, dan kandungan BOT pada 11 MSI (minggu setelah implementasi perlakuan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Penambahan kompos dapat meningkatkan kapasitas air tersedia pada tanah lapisan atas (0-30 cm) dan lapisan bawah (30-60 cm). Perlakuan dosis kompos 20 Mg.ha-1 memberikan hasil terbaik dalam meningkatkan kapasitas air tersedia tanah dengan nilai KAT masing – masing sebesar 18,71 % (v/v) (tanah lapisan atas) dan 17,13%(v/v) (tanah lapisan bawah). (2) Penambahan kompos dapat menurunkan konduktivitas hidrolik jenuh tanah berpasir. Hasil terbaik pada kedalaman 0 – 30 cm ditunjukkan pada perlakuan penambahan kompos 20 Mg.ha-1 dengan nilai KHJ sebesar 11,03 cm.jam-1. Sedangkan pada tanah lapisan bawah (kedalaman 30 – 60 cm ) ditunjukkan pada perlakuan dosis kompos 20 Mg.ha-1 dengan nilai KHJ sebesar 9,89 cm jam-1. (3) Kapasitas air tersedia, persentase fraksi liat, porositas tanah dan kandungan bahan organik tanah secara bersama-sama memengaruhi konduktivitas hidrolik jenuh (KHJ) tanah. Kandungan bahan organik tanah berpengaruh paling besar terhadap konduktivitas hidrolik jenuh tanah, kemudian disusul oleh pengaruh kapasitas air tersedia, persentase fraksi liat, dan total porositas tanah.
Copyrights © 2022