Di Desa Selorejo, salah satu sentra agrowisata jeruk, terdapat variasi produktivitas yang cukup besar di antara petani jeruk. Variasi produktivitas jeruk tersebut disebabkan oleh perbedaan karakteristik lahan dan tanah, serta sistem pengelolaan kebun. Program ini dilakukan untuk mengevaluasi kesesuaian lahan jeruk dan mengidentifikasi kendala tanah untuk budidaya jeruk. Terdapat dua lokasi evaluasi yaitu kebun jeruk dengan produktivitas tinggi dan kebun jeruk dengan produktivitas rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa retensi hara tanah dan bahaya erosi akibat kemiringan lahan merupakan faktor dominan yang mempengaruhi produktivitas jeruk. Berdasarkan hasil evaluasi lahan, disarankan untuk menggunakan kompos atau pupuk kandang melalui lubang resapan biopori (BIH) sedalam 50 cm untuk meningkatkan keberlanjutan produktivitas kebun jeruk.
Copyrights © 2022