p-Index From 2021 - 2026
0.947
P-Index
This Author published in this journals
All Journal AGROINOTEK
Purwanti, Nelsa Kumala Dewi
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Survei Evaluasi Produktivitas Kebun Jeruk di Wilayah Kecamatan Junrejo, Kota Batu Lutfi, M. Wasilul; Mashudi, Imam; Meidina, Adella Anggi; Nurdianto, Roby; Purwanti, Nelsa Kumala Dewi; Yulianto, Alfian Tri; Sunarto, Bintar Probo; Cahyani, Erika Putri Ika
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2024.005.02.04

Abstract

Kecamatan Junrejo, Kota Batu merupakan salah satu sentra produksi jeruk dengan berbagai jenis jeruk. Produktivitas kebun jeruk bervariasi dan faktor pembatas yang disarankan adalah kondisi topografi dan agroklimat. Tujuan dari survei ini adalah untuk menganalisis faktor topografi dan curah hujan yang membatasi produktivitas kebun jeruk di Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Survei lapangan dilakukan selama bulan Februari - April 2024 di lima lokasi kebun jeruk rakyat. Evaluasi faktor kesesuaian lahan terdiri dari tiga tahap: pengecekan lapangan, observasi lapangan, dan analisis data.  Hasil survei dan evaluasi di lima lokasi kebun jeruk di Kecamatan Junrejo menunjukkan bahwa ketinggian tempat, kemiringan lahan, dan curah hujan tahunan mempengaruhi produktivitas kebun jeruk. Ketinggian tempat (X) mempengaruhi produktivitas jeruk (Y) (Y = 7,9760 - 0,007X; R2 = 0,5805*). Semakin tinggi ketinggian tempat, semakin rendah produktivitas jeruk di Kecamatan Junrejo. Kemiringan lahan (X) berkorelasi negatif dengan produktivitas jeruk (Y), semakin curam kemiringan lahan maka semakin rendah produktivitas jeruk. Model persamaan regresi: Y = 3,342 - 0,073X (R2 = 0,6862*). Produktivitas kebun jeruk (Y) di wilayah Kecamatan Junrejo juga dipengaruhi oleh curah hujan yang tinggi (X), terutama pada masa pembungaan dan pembentukan buah (fruitset). Model regresi: Y = -0,0188x + 4,7752 (R2 = 0,8305*).
Evaluasi Lahan di Kawasan Agrowisata Petik Jeruk Selorejo, Kecamatan Dau Kabupaten Malang Yunitasari, Norma; Mashudi, Imam; Purwanti, Nelsa Kumala Dewi; Cahyani, Erika Putri Ika; Dethan, Albert Johanson; Meidina, Adella Anggi; Hanuf, Atiqah Aulia
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2022.003.02.01

Abstract

Di Desa Selorejo, salah satu sentra agrowisata jeruk, terdapat variasi produktivitas yang cukup besar di antara petani jeruk. Variasi produktivitas jeruk tersebut disebabkan oleh perbedaan karakteristik lahan dan tanah, serta sistem pengelolaan kebun. Program ini dilakukan untuk mengevaluasi kesesuaian lahan jeruk dan mengidentifikasi kendala tanah untuk budidaya jeruk. Terdapat dua lokasi evaluasi yaitu kebun jeruk dengan produktivitas tinggi dan kebun jeruk dengan produktivitas rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa retensi hara tanah dan bahaya erosi akibat kemiringan lahan merupakan faktor dominan yang mempengaruhi produktivitas jeruk. Berdasarkan hasil evaluasi lahan, disarankan untuk menggunakan kompos atau pupuk kandang melalui lubang resapan biopori (BIH) sedalam 50 cm untuk meningkatkan keberlanjutan produktivitas kebun jeruk.
Teknologi Lubang Resapan Biopori Berbahan Organik (LRBO) Memperbaiki Kualitas Tanah Kebun Jeruk , di BPSI Jestro, Tlekung, Batu Purwanti, Nelsa Kumala Dewi; Hanuf, Atiqah Aulia; Soemarno, Soemarno; Meidina, Adella Anggi; Cahyani, Erika Putri Ika
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2022.003.02.02

Abstract

Inceptisol memiliki karakteristik khusus, yaitu rendahnya bahan organik. Masalah kimia lain dari inceptisol meliputi pH asam, kadar liat tinggi, dan pencucian unsur hara di lapisan permukaan tanah. Aplikasi kompos organik ke dalam tanah dapat memperbaiki sifat kimia tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh aplikasi lubang resapan biopori (BIH) dengan kompos organik pada berbagai dosis terhadap KTK tanah, C organik, N total, rasio C/N dan pH tanah tanah Inceptisol di Kebun Jeruk Lemon BPSI Jestro, Batu. Perlakuan yang diuji adalah P0 (kontrol, tanpa BIH, tanpa kompos), P1 (BIH kosong), P2 (BIH dengan dosis kompos 5 Mg.ha-1), P3 (BIH dengan dosis kompos 10 Mg.ha-1), P4 (BIH dengan dosis kompos 15 Mg.ha-1), P5 (BIH dengan dosis kompos 20 Mg.ha-1). Keenam perlakuan disusun dalam rancangan kelompok acak lengkap dengan empat kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kompos pada BIH dapat meningkatkan Kapasitas Tukar Kation (KTK) tanah, kandungan C-organik, N-total, C/N Ratio, dan pH tanah lapisan atas dan bawah. Pemberian kompos dengan dosis 20 Mg.ha-1 merupakan perlakuan terbaik dan mampu meningkatkan KTK, C-organik, N-total, C/N Ratio, dan pH tanah pada pengamatan 5 kedalaman TBS yaitu 0-20 cm, 20-40 cm, dan 40-60 cm dibandingkan dengan perlakuan kontrol. Perlakuan kompos dengan dosis 20 Mg.ha-1 dapat meningkatkan kandungan klorofil daun jeruk sebesar 789,23 μmol.m-2 atau meningkat sebesar 20,06% dibandingkan dengan perlakuan kontrol. Terdapat hubungan yang signifikan antara kandungan klorofil daun jeruk dengan KTK tanah, kandungan N-total, C-organik, dan pH H2O. 
Teknologi Pengelolaan Tanaman Budidaya Di ATP (Agro Techno Park) Universitas Brawijaya, Jatikerto, Kabupaten Malang Purwanti, Nelsa Kumala Dewi; Soemarno, Soemarno
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2022.003.02.04

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari budidaya tanaman melon dan tomat di rumah kaca ATP Jatikerto dengan media tanam dalam polybag atau pot plastik. Dua jenis tanaman yang dibudidayakan di lahan ATP Jatikerto adalah melon emas dan tomat cherry, kedua jenis tanaman tersebut ditanam pada media tanam dalam polybag atau pot hingga buah dipanen. Teknologi budidaya tanaman meliputi tahapan penyemaian, pembibitan, penanaman bibit, pemeliharaan tanaman dalam polybag atau pot di rumah kaca yaitu tanaman melon dan tanaman tomat. Teknologi budidaya tanaman tomat-cherry meliputi penyiapan media tanam, penyemaian benih, pemindahan bibit ke polybag, pemasangan ajir, penyiraman, pemupukan, pemotongan tunas air, dan penyiangan.
Kompos dan Pupuk Kandang Memperbaiki Karakteristik Subsoil Di Kebun Lemon Bsip Jestro, Desa Tlekung, Kota Batu Yulianti, Novi Dwi; Ariessandi, Aldhi Lucky; Purwanti, Nelsa Kumala Dewi; Meidina, Adella Anggi; Erika, Erika
AGROINOTEK Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agroinotek.2025.006.01.07

Abstract

Tanah inceptisol umumnya memiliki sifat fisik sedang hingga tinggi. Namun, sifat fisik tersebut dapat menurun jika terdapat faktor pembatas di lahan, yaitu derajat kemiringan. Pada lereng yang curam, laju infiltrasi tanah menurun, yang menyebabkan peningkatan limpasan permukaan dan erosi tanah (Dewi et al., 2012). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh bahan organik (kompos dan pupuk kandang) terhadap sifat fisik lapisan tanah bawah dan kandungan C-organik tanah kebun jeruk lemon. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan yang masing-masing diulang 5 kali sehingga jumlah pot yang digunakan adalah 20 pot. Perlakuan tersebut meliputi P1 (Kontrol), P2 (Tanah bawah +kompos), P3 (Tanah bawah + pupuk kandang sapi), dan P4 (Tanah bawah + pupuk kandang kambing). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan pupuk kandang sapi (1000 g.pot-1) yang dicampur dengan tanah lapisan bawah (kedalaman tanah 30-60 cm) dapat menurunkan berat jenis tanah, meningkatkan porositas tanah, meningkatkan kestabilan agregat tanah, meningkatkan kapasitas lengas tanah, meningkatkan titik layu permanen, menurunkan porositas makro, meningkatkan porositas meso dan meningkatkan porositas mikro tanah lapisan bawah inceptisol. Penambahan pupuk kandang sapi meningkatkan kapasitas air tersedia (AWC) tanah lapisan bawah inceptisol. Penambahan pupuk kandang sapi meningkatkan kandungan C organik tanah lapisan bawah inceptisol.