Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia dan Kabupaten Lombok Timur mencatat salah satu prevalensi stunting tertinggi di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat kolaborasi interprofesi antara mahasiswa keperawatan, kebidanan, gizi, dan teknologi laboratorium medis dalam upaya pencegahan stunting di Desa Rempung, Kecamatan Pringgasela. Program bernama GEMASTA (Gerakan Masyarakat Anti Stunting) dilaksanakan melalui musyawarah masyarakat desa, skrining kesehatan (gula darah sewaktu, hemoglobin, dan antropometri), edukasi kesehatan tentang gizi seimbang, anemia, diabetes melitus, SADARI, KB kesehatan reproduksi, serta perilaku hidup bersih dan sehat, dan demonstrasi olahan pangan lokal bergizi Bakso ITTEKE. Skrining antropometri terhadap 23 balita menunjukkan 14 anak berstatus gizi normal, sembilan anak berat badan kurang, dan satu anak stunting, sementara 7,7% dari 39 responden skrining gula darah terindikasi hiperglikemia. Pengetahuan dan partisipasi masyarakat meningkat secara signifikan setelah edukasi kesehatan diberikan. Program ini menunjukkan bahwa kolaborasi interprofesi yang efektif mendukung deteksi dini dan pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan stunting.
Copyrights © 2026