Kurikulum Merdeka memiliki berbagai komponen dan terdapat beberapa istilah baru di dalam penerapannya. Asesmen diagnostik menjadi salah satu komponen yang diterapkan dan Penggunaan asesmen diagnostik ini tidakterlepas dari proses pembelajaran Bahasa Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengetahui proses implementasi asesmen diagnostik non kognitif dalam meningkatkan keterampilan pembelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas VII dan (2) Mengetahui efektivitas asesmen diagnostik non kognitif dalam meningkatkan keterampilan Bahasa Indonesia siswa kelas VII. Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 7 Kota Jambi yang berlokasi di Jl. Jend. A. Thalib, RT. 26 Kec. Telanaipura, Kota Jambi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Data penelitian yaitu asesmen diagnostik non kognitif berupa gaya belajar (visual, audiotori, dan kinestetik). Hasil penelitian menunjukkan terdapat 14 siswa memiliki gaya belajar visual, 8 siswa memiliki gaya belajar audiotori, dan 10 siswa memiliki gaya belajar kinestetik. Adapun teknik analisis data mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil asesmen diagnostik non kognitif kemudian direlevansikan sebagai peningkatan keterampilan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.
Copyrights © 2025