Wacana tentang kodrat perempuan sering dipahami secara normatif untuk membenarkan standar ganda gender dalam kehidupan sosial. Perempuan yang memilih jalan hidup di luar norma dominan, seperti menunda pernikahan, mengejar karier, atau memilih untuk tidak memiliki anak, sering dianggap melawan "kodrat" mereka. Dalam konteks media digital, kampanye sosial menyediakan ruang untuk wacana tandingan. Studi ini bertujuan untuk menganalisis representasi perempuan dan konstruksi posisi subjek-objek dan pembaca dalam kampanye digital “Kodrat Siapa?” di akun Instagram @wmnations. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan model Analisis Wacana Kritis Sara Mills, teks verbal dalam unggahan kampanye diperiksa untuk mengungkap relasi kekuasaan dan ideologi gender. Temuan menunjukkan bahwa @wmnations memposisikan dirinya sebagai subjek wacana yang secara aktif menantang interpretasi normatif tentang kodrat perempuan. Perempuan direpresentasikan sebagai agen dengan otonomi atas pilihan hidup mereka, sementara standar ganda gender dikonstruksi sebagai objek kritik. Pembaca diposisikan sebagai subjek reflektif melalui pertanyaan retoris dan data empiris. Studi ini menegaskan bahwa kampanye digital dapat berfungsi sebagai praktik diskursif yang mendorong kesadaran kritis terhadap kesetaraan gender di media sosial Indonesia.
Copyrights © 2026