Kebutuhan garam secara nasional tiap tahun selalu meningkat seiring perkembangan penduduk. Desa Jono Kecamatan Tawangharjo Grobogan Jawa Tengah sudah dikenal sebagai sentra pembuatan garam. Sumber mata air bumi berupa belik, selanjutnya oleh warga dimanfaatkan untuk membuat garam. Meskipun jauh dari laut akan tetapi air sumber itu berasa asin dan juga hangat. Pembuatan garam telah ada selama ratusan tahun. Pada tahun 1960, telah ada ratusan petani garam, kini tersisa puluhan orang. Hal ini membutuhkan perhatian dari berbagai pihak. Tujuan program pengabdian kepada masyarakat pada kelompok Tani garam Desa Jono dengan memberikan solusi berdasarkan pada analisis situasi terhadap kebutuhan, tantangan atau permasalahan yang ada di masyarakat dan melakukan kegiatan yang dapat memberdayakan masyarakat. Secara khusus dengan pengabdian dengan mitra kelompok garam diharapkan dapat meningkatkan produksi Garam tersebut, memberikan pengemasan produk garam tersebut lebih modern. Serta pengabdian ini dapat meningkatkan pemasaran garam tersebut bisa dijual di toko modern hanya bisa masuk dipasar tradisional. Berdasarkan hasil kajian menunjukkan bahwa garam Jono tersebut lebih gurih dan enak. Dari segi air belik sebelum di buat garam, air terasa hangat dan banyak mengandung mineral sehingga bagus untuk kesehatan, baik untuk penyakit kulit dan penyakit lain-lain. Metode pelaksanaan pengabdian dilaksanakan dengan melakukan sosialisasi program oleh tim pengabdi kepada mitra petani garam Jono, dengan tahapan pelatihan dan pendampingan program pengabdian. Pelatihan dan pendampingan program meliputi peningkatan produksi garam dengan metode tunel, pelatihan pengemasan dengan menggunakan Teknologi Pengemasan Mesin dan pendampingan manajemen usaha dan pendampingan pemasaran. Selanjutnya penerapan teknologi berupa metode tunnel untuk proses pengeringan garam, teknologi pengemasan menggunakan mesin pengemasan garam, pendampingan dan evaluasi serta keberlanjutan program.
Copyrights © 2024