Penggunaan media sosial, khususnya TikTok , meningkat pesat di kalangan pelajar. Hal ini dapat menyebabkan kecanduan yang mempengaruhi pendidikan dan kehidupan sehari-hari mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat Kecanduan TikTok di kalangan mahasiswa Universitas Malikussaleh dengan mengumpulkan data dari 466 mahasiswa dari tujuh fakultas dan menggunakan metode Naïve Bayes . Kelas yang akan dihasilkan tiga kategori yaitu Kecanduan ingan, Kecanduan Sedang, dan Kecanduan Berat. Dataset dibagi menjadi data pelatihan dan pengujian dengan rasio 80:20. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar siswa (258 orang atau 69,4%) berada pada tingkat kecanduan sedang, diikuti oleh tingkat kecanduan ringan (22,6%) dan berat (8,1%). Menurut evaluasi kinerja model, metode Naive Bayes menunjukkan akurasi sebesar 85%, presisi rata-rata sebesar 84%, dan recall sebesar 83% pada data pengujian, yang menjadikannya pilihan yang tepat. Fakultas Pertanian memiliki proporsi kecanduan ringan tertinggi sebesar 14,6%, sedangkan Fakultas Ekonomi memiliki proporsi kecanduan ringan tertinggi sebesar 27,1%. Penelitian ini menunjukkan bahwa teknik Naive Bayes efektif dalam mengklasifikasikan tingkat kecanduan pengguna TikTok dan dapat digunakan sebagai acuan untuk upaya pencegahan dampak negatif Kecanduan media sosial di dunia akademik.
Copyrights © 2026