Latar belakang : Prevalensi nyeri haid atau dismenorea menunjukkan angka yang sangat tinggi di berbagai populasi. perempuan usia reproduktif mengalami dismenorea, dengan gejala nyeri ringan hingga berat yang sering mengganggu aktivitas sehari-hari. Tingginya kejadian nyeri haid berdampak negatif terhadap kualitas hidup, termasuk gangguan belajar, konsentrasi, prestasi akademik, serta ketidakhadiran di sekolah. Kondisi ini juga mendorong penggunaan obat analgesik yang berulang tanpa pengawasan medis, berpotensi menimbulkan efek samping. Cara aman dapat digunakan yaitu dengan terapi non-farmakologis seperti teknik pijat effleurage, Teknik ini sangat berpengaruh untuk mengurangi nyeri haid pada remaja. Namun masih sedikit remaja yang mengetahui Teknik ini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap remaja putri tentang pijat effleurance dengan upaya pengurangan nyeri haid. Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik korelasional menggunakan metode cross-sectional. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Sampel terdiri dari 52 responden. Hasil: Penelitian ini menemukan nilai ρ = 0,000 < α 0,05, yang menunjukkan adanya hubungan antara pengetahuan dan sikap remaja tentang pijat eflurance untuk mengurangi nyeri haid pada remaja putri di SMA Negeri 4 Pekanbaru, Kesimpulan : penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap tentang pijat eflurance untuk mengurangi nyeri haid pada remaja putri.
Copyrights © 2025