PT. X adalah perusahaan konstruksi yang saat ini sedang begerak di bidang industri mineral yang memiliki waktu pekerjaan yang padat agar dapat mengejar target yang telah ditentukan, sehingga pekerjaan yang padat akan membuat pekerja cenderung merasakan kelelahan kerja. Hal ini, dapat menyebabkan terjadinya penurunan kewaspadaan, konsentrasi dan ketelitian sehingga dapat berpotensi mengakibatkan terjadinya kecelakaan kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan beban kerja, status gizi, shift kerja, kualitas tidur, keluhan musculoskeletal disorders (MSDs) dengan kelelahan kerja di PT. X Tahun 2023. Jenis penelitian kuantitatif dengan metode observasional dan pendekatan studi cross sectional. Penelitian ini dilakukan di PT. X pada April 2023. Semua partisipan dalam penelitian ini adalah karyawan PT. X yang berjumlah 360 karyawan yang ditentukan menggunakan rumus Lemeshow dan menghasilkan sampel 240 karyawan. Sampel penelitian dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa P-value=0,145>α=0,05 yang berarti tidak ada hubungan antara beban kerja dengan kelelahan kerja, P-value=0,129>α=0,05 yang berarti tidak ada hubungan antara status gizi dengan kelelahan kerja, P-value=0,002<α=0,05 artinya shift kerja berhubungan dengan kelelahan kerja, P-value=0,001<α =0,05 artinya ada hubungan kualitas tidur dengan kelelahan kerja, P-value=0,001<α=0,05 yang artinya ada hubungan antara keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) dengan kelelahan kerja. Kesimpulan, terdapat tiga faktor yang berhubungan dengan kelalahan kerja karyawan PT. X Tahun 2023 yaitu shift kerja, kualitas tidur dan keluhan MSDs, sedangkan faktor yang tidak berhubungan dengan kelelahan kerja dalam penelitian ini adalah beban kerja dan status gizi karyawan PT. X Tahun 2023.
Copyrights © 2025