Kebisingan merupakan suatu bunyi yang tidak dikehendaki dan menjadi salah satu penyebab dari gangguan pendengaran. Gangguan pendengaran merupakan berkurangnya kemampuan dalam menangkan bunyi yang di tangkap oleh indra pendengaran. Penelitian ini mempunyai tujuan berupa untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan gangguan pendengaran pada ABK di ruang mesin kapal malam pelabuhan pangkalan perahu kota kendari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif analitik dengan pendekatan observasional. Populasi yang digunakan adalah keseluruhan pekerja atau ABK di ruang mesin kapal malam yang beroperasi di pelabuhan pangkal perahu Kota Kendari Sulawesi Tenggara. Sampel ditentukan menggunakan teknik total sampling, alasan penggunaanya karena yang menjadi sampel adalah keselurahan populasi yaitu 25 ABK. Analisis data dilakukan dengan uji univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square dengan tingkat kepercayaan 95% (∝=0.05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara lama paparan dengan gangguan pendengaran (p-value 0,071), tidak ada hubungan yang signifikan antara APT (Alat Pelindung Telinga) dengan gangguan pendengaran (p-value 0,051), ada hubungan yang signifikan antara Intensitas Kebisingan dengan gangguan pendengaran (p-value 0,001). Kesimpulan dari hasil penelitian bahwa ada dua faktor yang tidak berhubungan dengan gangguan pendengaran pada pekerja di ruang mesin kapal malam Pelabuhan Pangkalan Perahu Kota Kendari, yaitu lama paparan dan APT. Namun, diketahui ada satu faktor yang berhubungan dengan gangguan pendengaran pada pekerja di ruang mesin kapal malam Pelabuhan Pangkalan Perahu Kota Kendari, yaitu intensitas kebisingan.
Copyrights © 2025