Computer Vision Syndrome (CVS) merupakan suatu kondisi yang ditandai oleh manifestasi gejala okulomotor dan visual yang beragam, termasuk asthenopia (kelelahan mata), nyeri mata, sakit kepala, penglihatan kabur (blurry vision), dan diplopia (penglihatan ganda). Gejala-gejala ini seringkali dihubungkan dengan penggunaan komputer dalam jangka waktu lama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana faktor yang berhubungan dengan Computer vision syndrome (CVS) di Badan Pertanahan Nasional Sultra Tahun 2024. Penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh pekerja yang menggunakan komputer sebanyak 54 orang dengan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner untuk memperoleh informasi mengenai masa kerja, lama penggunaan komputer, kelainan refraksi, dan tingkat pencahayaan. Selain itu, Lux Meter untuk pengukuran objektif tingkat pencahayaan di tempat kerja. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji chi-square dan uji fisher. Hasil penelitian diperoleh tingkat pencahayaan dengan p-value = 0,019, kelainan refraksi dengan p-value = 0,016, masa kerja dengan p-value = 0,149 serta lama penggunaan komputer dengan p-value = 0,189. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa terdapat hubungan antara tingkat pencahayaan dan kelainan refraksi dengan kejadian CVS pada pekerja pengguna komputer di Badan Pertanahan Nasional Sulawesi Tenggara Tahun 2024 serta tidak terdapat hubungan antara masa kerja dan lama penggunaan komputer dengan kejadian CVS pada pekerja pengguna komputer di Badan Pertanahan Nasional Sulawesi Tenggara Tahun 2024.
Copyrights © 2025