Kelelahan kerja merupakan salah satu masalah pokok di bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang dapat berdampak terhadap produktivitas, efisiensi, serta kesejahteraan pekerja. Survei pendahuluan yang melibatkan 15 pekerja di PT X Kendari mengungkapkan bahwa 4 individu mengalami kelelahan kerja yang parah, sementara 11 lainnya mengalami kelelahan kerja yang ringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang terkait dengan kelelahan kerja pada pekerja di PT X Kendari pada tahun 2025. Pendekatan kuantitatif diterapkan dengan desain observasional analitik melalui studi cross-sectional. Jumlah sampel mencapai 70 responden, yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Analisis data dilakukan melalui pendekatan bivariat dengan uji Chi-Square dan Fisher’s Exact Test. Temuan penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara usia (p-value = 0,000) serta pola shift kerja (p-value = 0,000) dengan tingkat kelelahan kerja. Meskipun demikian, beban kerja (p-value = 0,247) serta kualitas tidur (p-value = 0,056) tidak menunjukkan keterkaitan yang bermakna dengan kelelahan kerja. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa usia dan pola shift kerja berkorelasi dengan tingkat kelelahan kerja, sementara beban kerja dan kualitas tidur tidak menunjukkan korelasi yang signifikan pada pekerja di bagian preparation site Morosi PT X Kendari pada tahun 2025 Disarankan agar pekerja lebih memperhatikan pengelolaan waktu istirahat, pola tidur, dan asupan nutrisi untuk menjaga kondisi fisik serta mental selama bekerja.
Copyrights © 2026