Beban kerja mental merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap kinerja. Ketidakseimbangan antara tuntutan pekerjaan dan kapasitas individu dalam melaksanakannya dapat menyebabkan kelelahan, penurunan ketelitian dan ketegangan. Penelitian bertujuan mengetahui hubungan antara beban kerja mental menggunakan metode Defence Research Agency Workload Scale (DRAWS) dengan kinerja petugas pelayanan teknik di PT. PLN Nusa Daya Unit Layanan Gorontalo. Jenis penelitian kuantitatif metode penelitian survei analitik dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian seluruh petugas pelayanan teknik di ULP Telaga dan ULP Limboto sebanyak 73 orang. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner metode DRAWS untuk menilai beban kerja mental dan kuesioner penilaian kinerja untuk mengukur performa. Data dianalisis dengan uji Spearman’s Rank. Hasil penelitian menunjukkan petugas mengalami beban kerja mental pada kategori overload (63,0%), dan kinerja petugas kategori kurang (56,2%). Hasil uji Spearman’s Rank diperoleh nilai signifikansi p-value = 0,000 (P<0,05) ada hubungan antara beban kerja mental dengan kinerja petugas pelayanan teknik di PT. PLN Nusa Daya Unit Layanan Gorontalo. Koefisien korelasi (r) = –0,501 bersifat negatif berarti semakin tinggi beban kerja mental yang dialami, maka semakin rendah kinerja petugas. Perlu adanya pengelolaan beban kerja mental secara optimal serta peneliti selanjutnya menambahkan variabel pendukung lain untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif terhadap faktor-faktor yang memengaruhi kinerja petugas.
Copyrights © 2026