Sektor kepelabuhan merupakan sektor industri dengan tingkat risiko kecelakaan kerja yang sangat tinggi akibatkompleksitas proses operasional, intensitas interaksi antara pekerja dan peralatan, serta dinamika lingkungankerja yang terus berubah. Aktivitas bongkar muat, pergerakan alat berat, dan tekanan waktu operasionalmeningkatkan potensi terjadinya kecelakaan kerja. Kondisi tersebut menjadikan safety performance sebagaiindikator krusial dalam menilai perilaku kerja aman sekaligus efektivitas sistem keselamatan sebagai langkahpreventif untuk menekan insiden dan potensi kerugian bagi pekerja maupun organisasi. Penelitian ini bertujuanmengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan safety performance di sektorkepelabuhan melalui pendekatan systematic literature review yang mengacu pada pedoman Preferred ReportingItems for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Penelusuran artikel dilakukan melalui basis dataGoogle Scholar dan ScienceDirect untuk publikasi tahun 2021–2025 dengan kriteria inklusi dan eksklusi yangditetapkan secara sistematis. Hasil kajian menunjukkan bahwa safety performance dipengaruhi oleh tigakelompok faktor utama, yaitu faktor manusia (kompetensi, kelelahan, komunikasi, dan perilaku keselamatan),faktor organisasi dan sistem manajemen keselamatan (iklim keselamatan, komitmen manajemen, kebijakan,serta alokasi sumber daya), serta faktor teknis (kondisi infrastruktur, teknologi, dan pemeliharaan peralatan).Ketiga kelompok faktor tersebut saling berinteraksi dan membentuk sistem yang kompleks dalam menentukantingkat risiko kecelakaan. Implementasi evaluasi berkala, penguatan budaya keselamatan, serta perbaikanberkelanjutan berbasis bukti menjadi strategi penting untuk meningkatkan safety performance secara konsistendan berkelanjutan
Copyrights © 2026