Kecelakaan merupakan permasalahan serius yang terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, sehingga memerlukan perhatian khusus dalam implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Kesadaran tentang K3 diharapkan akan meningkatkan kewaspadaan dilingkungan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman dan sikap peserta didik terhadap penerapan K3 di bengkel rekayasa produksi. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner dan observasi langsung terhadap 81 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Pengambilan data dilakukan dengan random sampling yang memungkinkan selurun polulasi dapat menjadi responen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik sangat memahami terhadap pentingnya kesehatan dan keselamatan kerja, yang ditunjukkan oleh tingginya persentase pemahaman pada berbagai aspek, seperti kebersihan lingkungan kerja, penempatan peralatan, penggunaan alat tangan, serta pengoperasian mesin perkakas. Sebagian besar responden telah mampu mengidentifikasi potensi bahaya dan memahami prosedur kerja yang aman. Namun demikian, terdapat kesenjangan antara tingkat pemahaman dan penerapan sikap di lapangan. Beberapa peserta didik masih menunjukkan perilaku yang kurang konsisten dalam menerapkan prinsip K3, seperti penggunaan alat yang tidak sesuai atau kurang disiplin dalam prosedur kerja aman. Oleh karena itu, diperlukan upaya penguatan melalui pelatihan berkelanjutan, pengawasan yang lebih ketat, serta pembiasaan disiplin untuk membentuk budaya keselamatan kerja yang konsisten di lingkungan pendidikan teknik. Budaya disiplin K3 dan peraturan yang tegas diperlukan untuk menegakkan kepatuhan K3 untuk keselamatan bersama.
Copyrights © 2026