Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

The Role of Flue Gas Inhibitor on Stabilizing Heptane Flame in Meso Scale Combustor Achmad Fauzan Hery Soegiharto; Ali Mokhtar; Sudarman; Satworo Adiwidodo
JEMMME (Journal of Energy, Mechanical, Material, and Manufacturing Engineering) Vol. 6 No. 2 (2021)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jemmme.v6i2.19458

Abstract

Mesoscale combustor is one of the components that serves to generate heat on a micro power generator. As one of the components of a micro power generator, meso scale combustor serves to supply heat through the combustion process. The stability of the flame in the combustion chamber meso scale combustor is influenced by the temperature of the combustion chamber. One way to maintain a high temperature in the combustion chamber is to insert a flue gas stainless steel mesh resistor.. This research aims to prove the role of flue gas mesh resistors in stabilizing the flame on the meso scale combustor... The heptane liquid fuel flame was successfully stabilized at an equivalence ratio of ɸ 0.81 – 1.29 and a reactant flow velocity of 26.12 – 36.83 cm/s. The higher the rate of reactant flow, the higher the flame temperature until it reaches 502ºC. Combustor with flue gas mesh resistor is 10 mm away has a flammability limit that is not wider than a combustor without flue gas mesh resistor.
REVITALISASI KABEL DAN PEMBUATAN SISTEM OTOMATISASI LAMPU PENERANGAN JALAN MENGGUNAKAN SEMI AUTOMATIC TRANSFER SWITCH (S-ATS) DI RT 08/RW 08, KELURAHAN MERJOSARI, KOTA MALANG Satworo Adiwidodo; Mira Esculenta; Anggit Murdani; Yuniarto Agus Winoko
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (J-ABDIMAS) Vol 6 No 1 (2019): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT 2019
Publisher : Publisher UPT P2M Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

RT 08 / RW 08 in the Merjosari Village area, including the area that began to develop and become a reference as a rented place for students studying in Malang. With the increasing number of entrants, the security factor is very important. To improve security for residents in the RT 08 / RW 08, one of the most important is street lighting. The team from State Polytechnic of Malang were moved to make PKM about cable revitalization and the creation of street lighting automation systems using the Semi-Automatic Transfer Switch (S-ATS). The community service activities consist of the revitalization of street lighting cables that are old and do not meet safety standards and are made an automation system for daily lights on-off power and the of semi-automatic transfer switches (S-ATS) to generators if there is a power outage at the night. So if there is a blackout at night, the street lights will stay on using the power from the generator set.
PENGARUH ANGULAR DAN PARALLEL MISALIGNMENT TERHADAP KONSUMSI ENERGI PADA MOTOR LISTRIK Satworo Adiwidodo
SENTIA 2016 Vol 8, No 2 (2016)
Publisher : SENTIA 2016

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.898 KB)

Abstract

Misalignment menyebabkan unbalance pada poros sehingga memperbesar kerugian energi pada sistem transmisi. Penelitan ini bertujuan mengetahui pengaruh parallel dan angular misalignment terhadap besaran kerugian konsumsi energi pada motor listrik. Pengujian dilakukan menggunakan motor induksi (3,7 KW) yang dihubungkan ke generator sinkron (3KW) menggunakan trensmisi belt dan pulley. Variasi untuk parallel misalignment( 2, 4, 6, dan 8 mm serta untuk angular misalignment( 0.1, 0.2, 0.3, 0.4 rad. Di gunakan 3 variasi pembebanan yaitu mode tanpa beban (0 watt), beban sedang (650 watt) dan beban tinggi (1300 watt). Untuk menentukan pengaruh misalignment poros terhadap konsumsi energi motor listrik, dilakukan pengukuran komponen daya masukan motor berupa arus, tegangan dan faktor daya.Hasil pengujian menunjukkan pada kondisi parallel misalignment 8 mm tanpa pembebana, kenaikan daya mencapai 19,88% (tertinggi dibandingkan pembebanan yang lain). Pada angular misalignment 0.4 rad tanpa pembebanan, kenaikan daya mencapai 16,72 %. Kenaikan daya tertinggi akibat angular misalignment terjadi pada pembebanan 650 watt mencapai 20,29%.
PENGADAAN FASILITAS OLAHRAGA BADMINTON BAGI TAMAN PENDIDIKAN AL-QURAN AHLUSSUNNAH WALJAMA’AH RT 05 RW 03 KEL. TLOGOMAS, LOWOKWARU, MALANG Utsman Syah Amrullah; Satworo Adiwidodo; Riyanto Heri Nugroho; Haris Puspito Buwono; Elka Faisal
Jurnal Pengabdian Polinema Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2020): Jurnal Pengabdian Polinema Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jppkm.v7i1.20

Abstract

Santri dan santriwati TPQ (Taman Pendidikan Al-Quran) adalah aset bangsa, negara dan agama, mereka adalah generasi penerus dan sekaligus pejuang agama. Ketrampilan dan kemampuannya harus dipupuk terus menerus, tidak hanya keilmuan agama tetapi juga bidang lain misalnya olahraga dan pendidikan fisik. TPQ (Taman Pendidikan Al-qur’an) Ahlussunnah Waljama’ah merupakan salah satu bidang kerja dari Yayasan Ahlussunnah Wal Jama’ah Malang, terletak di jalan Kanjuruhan Asri RT.05/RW.03 Tlogomas, Malang. Dalam menjalankan operasional pendidikan, TPQ diasuh oleh ustadz dan ustadzah berjumlah 3 orang dengan jumlah santri mencapai 30 santri. Program utama TPQ Aswaja adalah membaca dan menulis Al Qur’an dengan metode Tilawati. Kegiatan tambahan atau ekstra kurikuler meliputi diba’an, outdoor learning dan kegiatan sosial kemasyarakatan lain. Untuk menambah pengetahuan dan ketrampilan dibidang jasmani dan olah raga, maka perlu diberikan fasilitas olahraga dan kesehatan. Dan yang memungkinkan adalah perlu dibuatkan lapangan badminton dan fasilitas pendukung lainnya. Lapangan badminton yang dibuat memanfaatkan halaman depan masjid dan menggunakan sistem bongkar pasang tiang netnya (portable). Tujuan pengadaan lapangan bagi TPQ Aswaja adalah untuk menambah variasi kegiatan ekstra kurikuler, menambah kualitas kesehatan santri dan untuk memakmurkan masjid Aswaja. Hasil dari PKM ini adalah berupa lapangan badminton lengkap dengan 2 tiang net portable, 1 tiang lampu untuk bermain malam hari, perlengkapan badminton berupa 4 raket dan shuttlecock serta bangunan fisik pendukung kegiatan masjid Aswaja RT.05 RW.03 Tlogomas Malang
PEMBUATAN KOLAM TERPAL UNTUK BUDI DAYA IKAN LELE DI PONDOK PESANTREN AT-THOHIRIYAH, TERPATIH GALAK SLAHUNG KABUPATEN PONOROGO Satworo Adiwidodo; Imam Mashudi; Utsman Syah Amrullah; R.N. Akhsanu Takwim; Moh. Hartono
Jurnal Pengabdian Polinema Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2021): Jurnal Pengabdian Polinema Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jppkm.v8i1.62

Abstract

Pondok Pesantren At Thoiriyah adalah pondok yang mengasuh kegiatan madrasah dinniyah dan tafidz Qur’an. Selain bekal agama yang mumpuni, pondok pesantren juga berusaha untuk membekali santri/santriwatinya dengan kemampuan untuk bisa mandiri di masyarakat dengan kemampuan pertanian, peternakan, pertukangan dan lain sebagainya. Santri/santriwati perlu dirangsang untuk belajar mandiri atau diajari melalui proses bimbingan untuk berperan aktif sebagai subyek pembangunan masyarakat. Sejalan dengan pemikiran di atas, diusulkan suatu kegiatan pemberdayaan masyarakat yaitu pelatihan dan pembuatan kolam terpal untuk budi daya ikan Lele di di Pondok Pesantren At-Thohiriyah, Terpatih Galak Slahung, Kabupaten Ponorogo. Kegiatan ini dirintis sebagai usaha untuk membangkitkan minat santri/santriwati untuk memulai usaha berdasarkan potensi usaha yang ada di lingkungan sekitar. Hasil dari kegiatan ini adalah berupa 1 buah kolam terpal bulat dengan diameter 3 m dengan kedalaman 1 m dengan rangka wiremesh dengan alas terpal dan seperangkat modal awal untuk memulai usaha budidaya lele berupa benih dan pakan lele serta modul pelatihan.
Pelatihan Pembuatan Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) Bertenaga Surya di RW 04 Kelurahan Wonokoyo Kecamatan Kedungkandang Kota Malang Kris Witono; Satworo Adiwidodo; Agus Hardjito; Agus Setiawan; Sarjiyana
Jurnal Pengabdian Polinema Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2021): Jurnal Pengabdian Polinema Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jppkm.v8i1.67

Abstract

Salah satunya hal terpenting untuk meningkatkan keamanan, khususnya bagi warga di kawasan RW 04 Kelurahan Wonokoyo Kecamatan Kedungkandang Kota Malang adalah penerangan. Instalasi lampu penerangan jalan umum masih minim, sehingga jauh dari memenuhi standar keselamatan. Dengan kondisi seperti diuraikan diatas, maka guna menjamin ketersediaaan lampu penerangan jalan yang aman dan bisa diandalkan, dilakukan pelatihan pembuatan lampu penerangan jalan umum (PJU) bertenaga surya di RW 04 Kelurahan Wonokoyo Kecamatan Kedungkandang Kota Malang. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi: survey lokasi, identifikasi dan solusi masalah, perencanaan kegiatan, perhitungan kebutuhan bahan dan peralatan, pelatihan pembuatan tiang lampu PJU bertenaga surya dan pemasangannya. Hasil kegiatan antara lain peningkatan pengetahuan dan ketrampilan warga di bidang fabrikasi dan instalasi lampu PJU bertenaga surya, terpasangnya 2 buah Lampu PJU Bertenaga Surya, menggunakan lampu LED 60 W bertegangan DC 12V, Panel Surya 50 WP, Solar Charger ontroller kapasitas maks 10 A, dan Baterai VRLA 65 Ah, yang berdampak pada peningkatan keamanan lingkungan dan aktivitas warga pada malam hari di lingkungan RW 04 Kelurahan Wonokoyo Kecamatan Kedungkandang Kota Malang.
Mekanisasi Proses Pemotongan Daging di Pondok Pesantren At- Thohiriyah Terpatih Galak Slahung Ponorogo Satworo Adiwidodo; Pondi Udianto; Utsman Syah Amrullah; R.N. Akhsanu Takwim; Bagus Wahyudi
Jurnal Pengabdian Polinema Kepada Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2022): Jurnal Pengabdian Polinema Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jppkm.v9i1.137

Abstract

Sebagai tempat pendidikan agama, pondok pesantren seringkali menjadi pusat kegiatan keagamaan, diantaranya kegiatan perayaan hari besar umat Islam yaitu Idhul Qurban. Hal yang sama dilakukan di Pondok Pesantren At Thohiriyah, sebuah pondok yang mengasuh kegiatan madrasah diniyah dan tahfidz Qur’an. Dalam kegiatan perayaan Idhul Qurban, salah satu kegiatan utama adalah pemotongan hewan qurban, berupa kambing, domba, ataupun sapi. Dalam kegiatan ini seringkali tenaga yang di butuhkan masih kurang, sehingga waktu pemotongan dan penimbangan daging menjadi lama. Belum lagi proses yang dibutuhkan untuk distribusi hewan Qurban. Kegiatan pemotongan daging hewan tidak hanya terjadi pada saat Idhul Qurban, sering juga masyarakat menitipkan kambing aqiqah untuk di sembelih dan dipotong di pondok pesantren. Maka untuk membantu pondok dalam hal pemotongan daging baik untuk acara Idhul Qurban maupun kegiatan aqiqah, maka dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pemberian sebuah mesin potong daging berpenggerak motor listrik 500-watt dengan pisau pemotong gergaji pita (band saw) dengan spesifikasi tinggi pemotongan maksimum 240 mm, lebar pemotongan maksimum 250 mm yang dihibahkan kepada Pondok Pesantren At Thohiriyah Ponorogo.
Effect of Velocity and Type of Cooling Fluid on Peltier Heat Transfer for Car Cabin Cooling Applications Eko Yudiyanto; Ridho Surya Setiabudi; Agus Hardjito; Satworo Adiwidodo; Bayu Pranoto
JOURNAL OF SCIENCE AND APPLIED ENGINEERING Vol 5, No 2 (2022): JSAE
Publisher : Widyagama University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/jsae.v5i2.4036

Abstract

This research used the Peltier element as a car cabin cooler. This research aimed to compare the results of the lowest temperature produced by the Peltier element on the hot side. The design of this monitoring tool consists of LM35 as a temperature sensor and an electric velocity sensor to measure the velocity of the cooling fluid. Arduino Uno Microcontroller to control the system before being displayed to the LCD. The type of research used in this research is experimental research. In this study, variations in fluid flow velocity and type of cooling fluid were carried out. The fluid used is a mixture of water and water coolant with a ratio of 50%:50%. The results showed that the circulation of fluid cooling influences the temperature on the hot side of the Peltier. In cooling using water fluid, when the water pump rotates 4.5 liters/second, the temperature on the hot side of the Peltier is 36ᵒC. At the time of rotation of 13 liters/second, the temperature on the hot side of the Peltier is 32ᵒC. The difference between cooling using water fluid, water coolant, or a mixture of water and water coolant greatly affects the temperature produced on the cold side of the Peltier. In cooling using water, the lowest temperature produced reaches 8ᵒC. When the cooling using a fluid coolant, the lowest temperature reaches 6ᵒC. While cooling using a mixture of water and coolant, the lowest temperature reaches 3ᵒC. So it can be concluded that cooling using a mixture of water and water coolant is very effective compared to other fluid coolers.
PEMBUATAN LAMPU PERINGATAN JALAN BERTENAGA SURYA DI DESA SUMBERINGIN KIDUL, NGUNUT, TULUNGAGUNG Kris Witono; Asrori Asrori; Satworo Adiwidodo; Achmad Walid; Eko Yudiyanto; Agus Sujatmiko
Jurnal Abdimas UNU Blitar Vol 5 No 1 (2023): Volume 5 Nomor 1, Juli 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jppnu.v5i1.203

Abstract

Persimpangan jalan utama di RT/RW 03/03 Desa Sumberingin Kidul Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung sering terjadi kecelakaan, akibat banyak kendaraan yang melewati jalan tersebut tidak mengurangi laju kendaraannya dan mendapatkan kejutan adanya kendaraan tiba tiba keluar dari perempatan atau warga yang menyeberang, serta tidak begitu tampak dari jalur utama. Kondisi ini tentunya membahayakan bagi pengendara maupun warga yang melewati perempatan tersebut. Untuk mengatasi kondisi tersebut, dibutuhkan lampu peringatan jalan bertenaga surya yang handal dan berbasis energi mandiri. Proses kegiatan berlangsung mulai dari survey di tempat, analisa permaslahan dan solusi yang harus diselesaikan. Perencanaan kegiatan disusun untuk menentukan kebutuhan bahan dan peralatan, pendampingan pembuatan unit lampu peringatan jalan dilakukan dengan pemberdayaan masyarakat sampai dengan pemasangannya. Peran serta masyarakat dilibatkan untuk peningkatan pengetahuan dan ketrampilan warga di bidang fabrikasi dan instalasi lampu bertenaga surya. Hasil kegiatan ini terpasang lampu peringatan jalan bertenaga surya dengan sepsifikasi Panel Surya monokristal 100 Wp, Solar Charger Controller MPPT 10 A, Baterai (accu) 12V 65 Ah, Lampu Peringatan Jalan LED 40 W, kabel dan perlengkapan lainnya. Adanya lampu peringatan jalan ini berdampak pada peningkatan keselamatan aktivitas warga di lingkungan RT/RW 03/03 Sumberingin Kidul Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung.
The Effect of Location Class Category and Pipe Wall Thickness on Risk Level Onshore Pipeline Oil Zakki Fuadi Emzain; Makhmudul Fikri; Satworo Adiwidodo; Ratna Monasari; Talifatim Machfuroh
Jurnal Polimesin Vol 22, No 1 (2024): February
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jpl.v22i1.4082

Abstract

Pipelines are essential infrastructure for efficient oil and gas production operation, necessitating their continuous and reliable functionality in all locations and circumstances. Nevertheless, the pipeline can fail during operation due to multiple detrimental variables. This study evaluated the impact of the location classification category and pipe wall thickness on the risk level of onshore pipelines. The risk assessment method employed was a semiquantitative approach derived from the reference "Pipeline Risk Management Manual" by W. Kent Muhlbauer. The distributing crude oil pipeline, which spans a distance of 18 kilometers and has a diameter of 6 inches, was evaluated. The evaluation yielded a pipeline relative risk score of 0.91, classifying the pipeline as belonging to risk category 1B. Following this, the assessment findings were analyzed for all 36 pipeline segments, classifying 26 segments in the 1B category and the remaining 10 segments in the 2B category. From the analysis results, the difference between the two risk categories was produced by differences in location class categories, where the pipeline segment in location class 1 creates a 1B risk category; meanwhile, class 3 produces a 2B risk category. Furthermore, a pipeline with a wall thickness of 5.156 inches is associated with a risk score of 0.81, but a wall thickness of 4.1 inches yields a score of 1.41. These results indicate that the location class category and pipe wall thickness significantly impact the risk of onshore pipelines.