Anak-anak migran Indonesia di Malaysia menghadapi keterbatasan akses pendidikan formal akibat persoalan administrasi kependudukan, sehingga jalur pendidikan nonformal menjadi sandaran utama dalam pemenuhan hak belajar mereka. Kegiatan pengabdian ini bertujuan pendampingan kaligrafi islam sebagai upaya penguatan kreativitas seni anak migran indonesia di PKBM PNF KBRI Kuala Lumpur. Pendekatan service learning diterapkan dengan mengintegrasikan keterlibatan langsung di lapangan dan refleksi akademik yang dilaksanakan selama tiga minggu. Pelaksanaan kegiatan mencakup empat tahap berkesinambungan, yaitu observasi kemampuan awal, demonstrasi dan modeling, latihan mandiri bergiliran disertai koreksi bersama, serta apresiasi karya, refleksi, dan evaluasi. Pendampingan menghasilkan perkembangan pada ketepatan pembentukan huruf, kestabilan goresan, dan keberanian peserta dalam mengekspresikan diri. Selain keterampilan teknis, kegiatan ini menanamkan nilai kesabaran, ketekunan, dan kesadaran identitas budaya Islam di tengah kehidupan diaspora. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa pendampingan kaligrafi berbasis service learning dapat menjadi model yang layak diterapkan di lembaga pendidikan nonformal komunitas migran Indonesia di luar negeri.
Copyrights © 2026