Sebagai salah satu indikator makroekonomi yang krusial, inflasi memegang peranan strategis dalam upaya mempertahankan stabilitas ekonomi suatu negara. Kajian ini berangkat dari dugaan bahwa pergerakan suku bunga dan fluktuasi nilai tukar turut berkontribusi terhadap dinamika inflasi di Indonesia, khususnya dalam fase pemulihan ekonomi pasca-COVID-19.Secara metodologis, penelitian ini mengadopsi pendekatan kuantitatif berbasis data sekunder bulanan yang bersumber dari Bank Indonesia dan Badan Pusat Statistik. Data mencakup rentang waktu Januari 2022 hingga Juni 2024, dengan total 30 titik observasi, dan diolah menggunakan teknik regresi linear berganda melalui perangkat lunak SPSS.Tujuan utama penelitian adalah menguji sejauh mana suku bunga dan nilai tukar memberikan pengaruh terhadap tingkat inflasi di Indonesia pada periode 2022–2024. Hasil analisis mengungkapkan bahwa suku bunga terbukti berpengaruh signifikan terhadap inflasi, sementara nilai tukar tidak memperlihatkan pengaruh yang signifikan secara statistik. Secara bersama-sama, kedua variabel tersebut mampu menjelaskan variasi inflasi sebesar 27,7%. Dengan demikian, suku bunga terbukti menjadi variabel yang lebih dominan dibandingkan nilai tukar dalam memengaruhi inflasi selama kurun waktu penelitian. Implikasinya, kebijakan suku bunga tetap relevan sebagai instrumen utama pengendalian harga dan penjagaan stabilitas inflasi di Indonesia.
Copyrights © 2026