Upaya pemulihan ekonomi nasional pascapandemi COVID-19 menempatkan kemiskinan sebagai salah satu tantangan pembangunan yang masih memerlukan perhatian serius di Indonesia. Guna menelaah keterkaitan antara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan angka kemiskinan di Indonesia dalam rentang 2021–2025, penelitian ini dirancang dengan pendekatan kuantitatif. Data yang digunakan merupakan data sekunder time series tahunan yang bersumber dari publikasi resmi Badan Pusat Statistik (BPS). Pengolahan data dilaksanakan dengan bantuan Statistical Package for the Social Sciences (SPSS), mencakup analisis deskriptif, uji normalitas, regresi linear sederhana, uji t, serta koefisien determinasi. Dari hasil analisis, diperoleh persamaan regresi Y = 61,286 − 0,700X dengan nilai signifikansi 0,003 (< 0,05), yang mengkonfirmasi bahwa IPM memiliki pengaruh negatif dan bermakna terhadap tingkat kemiskinan. Koefisien determinasi (R²) sebesar 0,962 menunjukkan bahwa 96,2% fluktuasi kemiskinan selama periode kajian dapat diterangkan oleh variabel IPM. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan kualitas pembangunan manusia berkontribusi signifikan terhadap pengurangan kemiskinan. Dengan demikian, penguatan akses pendidikan, perbaikan layanan kesehatan, dan peningkatan taraf hidup masyarakat perlu dijadikan pilar utama dalam strategi penanggulangan kemiskinan yang berkesinambungan.
Copyrights © 2026