Perkembangan teknologi digital melalui kemudahan akses informasi, personalisasi algoritma, promosi berbatas waktu, serta integrasi media sosial dan e-commerce telah meningkatkan kecenderungan impulse buying dalam proses pengambilan keputusan konsumen modern. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana perspektif behavioural economics menjelaskan meningkatnya kerentanan konsumen terhadap impulse buying pada era digital. Penelitian menggunakan metode tinjauan pustaka dengan pendekatan kualitatif dan analisis deskriptif. Data diperoleh dari Google Scholar serta berbagai sumber ilmiah relevan seperti ScienceDirect dan ResearchGate pada periode 1972–2026. Hasil penelusuran awal menghasilkan 50 artikel, kemudian diseleksi berdasarkan relevansi topik, kualitas sumber, dan kesesuaian dengan tujuan penelitian sehingga diperoleh 43 artikel yang digunakan sebagai bahan analisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa perilaku impulse buying dipengaruhi oleh keterbatasan rasionalitas, bias kognitif, respons emosional, serta mekanisme nudging yang diterapkan dalam lingkungan digital. Berbagai fitur seperti rekomendasi personal, live shopping, notifikasi promosi, ulasan pengguna, dan strategi kelangkaan produk terbukti memperkuat dorongan pembelian spontan. Studi kasus pada Shopee 11.11, TikTok Shop Live Shopping, dan Alibaba Singles' Day memperlihatkan bagaimana teknologi digital mampu memanfaatkan karakteristik psikologis konsumen untuk meningkatkan transaksi. Kajian ini menegaskan bahwa behavioural economics memberikan kerangka yang lebih komprehensif dibandingkan pendekatan ekonomi rasional dalam menjelaskan perilaku konsumsi pada era digital.
Copyrights © 2026