Konflik komunikasi merupakan salah satu faktor yang sering memengaruhi ketahanan perkawinan pasangan muda dan dapat berdampak pada meningkatnya risiko perceraian. Dalam kondisi tersebut, penyuluh agama Islam memiliki peran penting dalam memberikan pendampingan guna membantu pasangan menyelesaikan konflik rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk konflik komunikasi pasangan muda, strategi pendampingan yang dilakukan penyuluh agama Islam, serta indikasi ketahanan perkawinan setelah memperoleh pendampingan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Lokasi penelitian berada di KUA Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan. Informan penelitian terdiri atas penyuluh agama Islam, pasangan yang pernah mengikuti konsultasi, dan anggota keluarga pasangan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan SaldaƱa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik komunikasi pasangan muda dipengaruhi oleh kurangnya keterbukaan, ego yang tinggi, masalah ekonomi, perselingkuhan, keterlibatan keluarga besar, dan penggunaan media sosial. Strategi pendampingan yang dilakukan meliputi mediasi, perubahan pola pikir, pendekatan active listening, dan penguatan nilai-nilai keagamaan. Pendampingan tersebut berkontribusi pada peningkatan komunikasi, kemampuan menyelesaikan konflik, komitmen perkawinan, dan stabilitas hubungan sehingga mendukung terbentuknya ketahanan perkawinan.
Copyrights © 2026