Lingkungan sekolah berperan penting dalam mendukung terciptanya ekosistem pembelajaran yang kondusif. Sampah organik yang berasal dari sisa makanan dan guguran daun di SMK Khusnul Khotimah sebelumnya masih dikelola melalui pembakaran terbuka atau pembuangan langsung. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman peserta mengenai pengelolaan sampah organik melalui implementasi Lubang Resapan Biopori (LRB). Metode pelaksanaan mengintegrasikan seminar edukasi dan praktik lapangan secara partisipatif dengan memanfaatkan ember cat bekas berkapasitas 5 kg sebagai media LRB yang dimodifikasi dengan bagian dasar terbuka dan 30–50 lubang aerasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa lima unit LRB berhasil dipasang pada beberapa titik strategis di lingkungan sekolah. Penerapan LRB mendukung proses dekomposisi alami sampah organik, meningkatkan infiltrasi air ke dalam tanah, serta menghasilkan kompos yang dapat dimanfaatkan untuk pemeliharaan vegetasi sekolah. Kegiatan ini menunjukkan bahwa LRB merupakan alternatif pengelolaan sampah organik yang sederhana, ekonomis, dan ramah lingkungan sekaligus mendukung konservasi air serta keberlanjutan lingkungan sekolah.
Copyrights © 2026